Dan Jika Mencintaimu Mendekatkanku.....

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Seorang sahabat bertanya, bilamana aku mencintai seseorang, atau mungkin perasaan berbeda yang dihadiahkan Sang Pemilik dunia seisinya.

Berani mencintai, berani jujur kepada diri sendiri,
Jujur akan kemampuan diri, memantaskan diri dihadapan Ilahi Rabbi,
Ilahi Rabbi? Iya, jangan pernah berpikir untuk memantaskan diri dengannya, karena syetan senantiasa menggoda dengan jalan yang tak terduga. Kembalikan rasa itu kepada-Nya dengan cara memantaskan diri sebagai hamba-Nya.

Jika aku mencintainya, aku takut,
Aku tidak takut kehilangannya,
Karena memang di dunia ini tiada yang kekal kecuali Dia, Ilahi Rabbi,
Aku tidak takut ia pergi, karena suatu saat nanti jika memang takdir pasti akan kembali,
Aku hanya takut, jika cinta ini menjauhkanku dengan-Nya, 
Aku hanya takut kehilangan-Nya karena sebuah cinta kepada makhluk-Nya,
Aku hanya takut kehilangan cinta-Nya dan ditinggalkan-Nya.

Aku mencintaimu karena Allah wahai seseorang yang telah disiapkan oleh-Nya,
Aku mencintaimu atas dasar iman didadamu, 
Aku mencintaimu atas keindahan akhlakmu, teguhnya pendirian syariatmu. 
Oleh karenanya, aku takut jika cintaku menjerumuskanmu kepada dosa,
Aku takut walau sekedar menyapa, jika apa-apa yang kuucapkan menuntunmu untuk melupakan kedudukan-Nya,
Aku takut bila harus berjumpa, aku takut mata ini saling bertatap tanpa seizin-Nya,
Aku takut tangan ini menyapa tanpa sengaja, yang membuat hati ini tak akan pernah lupa.

Ketika aku mencintaimu karena-Nya,
Aku sampaikan lewat lantunan doa,
Biar Allah yang Maha Segalanya menyatukan hati kita,
Atau sekedar memberi radar untuk kita berjumpa dijalan-Nya,
Jalan menuju Surga-Nya.....

Wahai seseorang yang telah digariskan-Nya, kunanti kau dibatas waktu...
Teguhlah dijalan dakwahmu, luruskan niatmu, hingga suatu saat nanti Allah mengijinkan kita untuk bertemu bukan hanya dalam semu....

Dan biarkan ketika aku mencintaimu, aku tidak mendekat padamu, walau sejengkal,
Biarkan aku mendekat kepada-Nya, hingga Dia yang memutuskan apakah rindu ini pantas untuk dipersatukan :')


Bumi Allah, 26 Juli 2014
Detik-detik Ramadhan terakhir
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^