Sayap Pelindung dari-Mu

| 7
Bismillahirrahmaanirrahiim

Saat duniamu mulai pudar, dan kau merasa hilang. Allah kan selalu menjadi sayap pelindungmu.... (Sayap Pelindungmu, The Overtunes dengan sedikit pengubahan)

"..Kak Vita.." suara laki-laki yang tiba-tiba lewat didepanku memecahkan lamunanku. Ya, itu adik tingkat yang pernah satu kelompok ketika pelatihan PU. It's not about him, beberapa saat yang lalu usai mencentang satu persatu list yang harus kukerjakan hari ini, aku membuka blog di sebuah lokasi yang strategis (wifi), sendiri dikursi jurusan, ingin berkonsentrasi mencari kutu HTML di blog. Niatnya memperbaharui laman yang kurasa kurang efektif. 

Alangkah terkejutnya aku ketika membuka laman guest book, ternyata stalker 781 itu juga menulis pesannya disana, dengan kata seperti biasanya. Tapi seketika terasa adem ketika Allah memberikan perantara untuk kembali menenangkan pikiranku. Satu komentar diatas stalker itu berasal dari Dek Andika, adik tingkatku ketika di Malang. Ini pesan dari Dek Andika, thanks ya Dek, aku aja ketika down ga mikir seperti itu, biarlah haters itu memuaskan kata-katanya.

Ya, terkadang aku lupa, apapun yang orang bilang tentangku, baik buruknya aku atau menghinaku, aku harus tetap berbuat baik. Sebab yang berhak menilai baik buruknya seseorang adalah Allah. Alhamdulillahnya kemarin sore baru saja dijelaskan tentang itu. Tapi tetap saja namanya manusia, khususnya aku kadang tersulut oleh sebuah ucapan.

Agak susah memang untuk menghiraukan seseorang yang kita "anggap" telah melukai kita dengan ucapannya, tapi yang perlu kita lakukan sebenarnya introspeksi diri tentang apa yang mereka ucapkan tentang kita. Bisa jadi ada sesuatu hal yang tak sengaja kita lakukan hingga membuat orang lain terluka. Atau mungkin tanpa sadar kita pernah menyinggung orang lain dengan ucapan kita. Selebihnya biar Allah yang menilai, tanpa kita perlu ikut marah dengan apa yang orang lain perbuat.

Masa-masa tahun lalu saat sering ada yang meneror, tiba-tiba di miscall,bukan cuma lewat sms, tapi diikuti juga postingan sosmed yang lain, yang parahnya sampai di komentari diblog, terkadang terbesit dibenakku "emang ga ada kerjaan lain ya selain ngurusin hidup orang, eh..maksudnya mencari-cari kesalahan orang". Bukankah jika ingin menasehati harusnya disampaikan secara baik-baik dan personal, bukan diumbar melalui komentar apalagi mempertontonkan kepada orang lain? Maafkan dan benarkan jika pendapatku salah. Ah..sudahlah tak usah diteruskan, semoga Allah mengampuniku.
*

Selain kata-kata adem dari Adik tingkat itu, beberapa hari yang lalu saat aku suntuk karena kehilangan aktivitas menulis yang sekarang diterjang penyakit malas luar biasa, Allah mengirimkan seseorang untuk menasehatiku. Dia-lah Kak Wahyu. 

Kak Wahyu sebenarnya adalah salah satu inpirasiku dalam menulis, apalagi Dia sudah mendirikan WAW Academy. Kami bertemu pertama kali tahun 2013 saat kegiatan Forum Indonesia Muda di Cibubur, tepatnya di Wiladatika. Saat itu entah bagaimana ceritanya kami semakin akrab saat bertukar pikiran didepan Asrama kami, meski duduk di Rumput. Saat itu ada juga Mehilda, kami sedang mengobrol sambil melihat latihan Api Ekspresi.

Saat itu aku tergolong masih aktif menulis, mengikuti lomba-lomba untuk dibukukan dan 2013 adalah tahun-tahun dengan pencapaian maksimal, menurutku. Singkat cerita sejak itulah kami terus komunikasi, terutama sharing tentang tulisan.

Pernah suatu malam ketika Dia sedang belajar di Pare, tiba-tiba dia menelpon menanyakan kabar. Dan malam itu juga di ospek menulis.hehe Ya, karena saat itu aku bilang mulai kesulitan mengawali menulis lagi. Saat itu juga kuutarakan impian untuk menulis antologi.

Kalau beberapa hari yang lalu, benar-benar aku merasa ingin bangkit menulis lagi. Tapi beberapa jam didepan tulisan hanya menghasilkan satu paragraf. Tiba-tiba da pesan jarkom dari Kak Wahyu tentang event menulis, dan kuutarakan sepertinya belum bisa ikut karena sekarang malas sekali menulis. Akhirnya sharinglah kita  dan malam itu ku kirimkan tulisanku ke Kak Wahyu. Tanggapan Kak Wahyu positif, padahal sepertinya tulisanku biasa-biasa saja. Mungkin biar aku tidak terlarut sedih...

Kak Wahyu sekarang aktif menjadi kontributor di beberapa surat kabar Daerah maupun Nasional. Apapun itu, terima kasih Kak Wahyu, diblog ini Anda telah dipatenkan menjadi inspirator bagi saya. Hehe... Soalnya kemarin Kak Wahyu nge-les waktu aku bilang dia juga inspirator.. Sebenarnya namaku belum pantas Kau tulis bersama deretan orang hebat ini..

*
Mereka berdua adalah orang-orang yang dikirimkan Allah ketika aku sedang down. Sebenarya masih banyak lagi, kebetulan momen yang paling dekat adalah mereka berdua. 

Yang ingin aku tegaskan adalah jangan pernah merasa terpuruk, saat kita jatuh pasti Allah akan mengirimkan orang-orang yang membantu kita untuk berdiri lagi, entah kita sadari atau tidak. Telah banyak kejadian yang aku alami dan Allah tak membiarkan aku sendiri. Terima kasih ya Allah, atas ijin-Mu, atas ridho-Mu.

Teruslah berusaha, teruslah berkarya dijalan-Nya. Terus menginspirasi dan berkontribusi...
***
Koridor SIL, 4 Desember 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

7 comments:

rinda handayani said...

Assalamu'alaykum...mb Vita,,,kasih smangat buat nulis yaa...lg males buat nulis mb,,,pdahal bnyak yg pngen dicapai,,hiks...

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Wa'alaykumsalam dek Rin ^^ hehe aku juga masih membiasakan lagi nih dek..kata ispirator nulisku, biasaain nulis tiap hari, appaun itu, yang penting kita panasin lagi kebiasaan nulisnya ^^ keep writing ^^ yuk yuk semangat

Wahyu Wibowo said...

Eh, ntar mas Sapto, mbak (siapa ya yang sama vita juga--dari jatim), yang juga duduk di rumput? :D
Heeem...Memaksakan mematenkan, #TutupMuka...
apapun begitu, semoga tak salah menduga: malah sebaliknya yang diceritakan. Terus berproses, akan ada saat yang tepat, dimana pena itu akan bercahaya.

Wahyu Wibowo said...

#TutupMuka...

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

hehe iya lupa aku sapa aja ya yang duduk dirumput :D

Wahyu Wibowo said...

Dan sepertinya, laptopmu kembali menebarkan inspirasinya, seperti dulu.
Semoga aku pula terus terinspirasi karenanya, seperti Rinda.

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Aamiin..semoga istiqomah menginspirasi ya kak :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^