Tentang Penyemangat

Bismillahirrahmaanirrahiim 

Tiba-tiba aku rindu akan semangatku dulu. Semangat menulis yang tak pernah berhenti, semangat mengejar deadline hafalan yang tak hentinya kuulang, dan semangat menyampaikan ketika Allah berikan kesempatan. 

 Aku ingin semua kembali, menjadikan hidup lebih berarti dan menginspirasi. Ah.. Ini bukan soal Allah tak meridhoi, tapi akunya yang tak tau diri, sebab kesempatan dari Allah telah silih berganti namun aku berdiam diri, dan aku benci hal seperti ini. 

Terkadang aku menangisi diri sendiri yang ingin kembali bangkit tapi kembali malas menjadi penyakit. Sampai kapan ini akan merajai hari-hari yang harusnya lebih baik dari ini? 

 Aku tak mau terus begini, hidupku harus berarti, bukan hanya terus bermimpi tanpa eksekusi. Aku mau..ya aku mau.. Aku yakin aku mampu...tapi... Stop sudah kata tapi, diaryku harus terisi, scheduleku harus terpenuhi, mimpiku harus terealisasi, dan harusnya niatku hanya untuk Ilahi Rabbi. 

Biarkan masa lalu yang mungkin aku salah memilih bahu, salah memilih tempat yang kutuju. Aku sadar akan itu dan sekarang kumulai hari dengan semangat yang menderu dan biarkan halangan tak hentikanku melaju. 
*** 
Puri Fikriyyah, 30 November 2015 
Vita Ayu Kusuma Dewi

Comments