Ayah dan Naik Pesawat Gratis

| 6
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah sudah diruang boarding di terminal 2F gate F5. Ah..aku terharu dan takjub dengan kuasa Allah. Ketika aku masuk Bandara, aku selalu ingat sama seseorang. Siapa dia? Ayah. Iya, Ayah. Aku sering marah dan kesal tiap kali Ayah pulang pergi dengan pesawat, tapi aku tak pernah diijinkan ikut. Jahat! Iya, Ayah jahat, pikirku saat itu.

Aku sering lihat kawan-kawanku diajak kesana- kemari oleh orang tuanya, dengan mudahnya keluar Negeri, liburan di Bali dan seluruh destinasi pelosok Negeri. Aku? Paling jauh ke Malang, Jogja atau sekitar Jawa Timur dan Jawa Tengah lainnya. Ah.. Ayah jahat, pikirku kembali, ke Malangpun selalu harus naik bus dengan Ibu dan Adik. Ohya, ada satu yang terjauh, Bandung, saat itu Ayah sedang melanjutkan S2nya di ITB. Itupun bukan liburan, tapi Ibu ambil barang di Ciwalk untuk dijual lagi di Kampung.

Nah, perlahan aku mengerti, tak lain dan tak bukan karena Ayah tak ingin aku manja. Ayah ingin aku merasakan manisnya perjuangan. Jika dulu Ayah kuliah sambil berjualan, itu diwariskan saat aku SD yang juga diajari berjualan sambil sekolah, jadi pagi selalu membawa kembang gula dan es lilin.

Kali ini aku ingin bercerita tentang pesawat. Ya, sesederhana pesawat. Dulu Ayah ku selalu melarang aku ikut naik pesawat kalau Ayah sedang tugas dinas.

Singkat cerita, Ayah ingin anaknya mandiri. Bisa memperjuangkan apa yang diinginkannya tanpa terus bergantung dengan orang tua. Pun dengan Ayah tak mengizinkan aku naik pesawat bersama beliau, tak lain dan tak bukan biar aku berusaha dengan ilmu untuk naik pesawat.

Pernah sih naik helikopter bayar 10000 dan naik pesawat berhenti di Taman Kyai Langgeng. Berbekal semangat itulah akupun mencari hingga Allah berikanku jalan naik pesawat gratis. Iya, gratis, dapat saku malah.

Saat itu aku ikut seleksi Pertinas yang akan dilaksanakan di Gorontalo. Alhamdulillah, diterima dan itu pertama kalinya aku naik pesawat gratis. Aku terharu akan apa yang diajarkan Ayah. Saat itu naik Batavia Air dan Sriwijaya Air, Surabaya-Makasar-Gorontalo, dibiayai Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Waktu terus berjalan dan kesempaan naik pesawat gratis itu ada di saat aku kuliah. Memang harus dengan perjuangan, ikut seleksi hingga menjadi delegasi yang di danai.

Alhamdulillah Allah beri kesempatan naik pesawat gratis baik penerbangan domestik maupun luar negeri. Allah-lah yang memiliki segalanya dan karena itulah Ayah selalu berpesan kalau ingin sesuatu mohon sama Allah, berdoa dan berusaha serta tawakal akan ketentuan-Nya.

Sejak mengawali naik pesawat gratis Surabaya-Makasar-Gorontalo, setelahnya Allah beri kesempatan naik (gratis lagi) maskapai yang lain, mulai Lion Air, Wings Air, Batik Air, NAM Air, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Cathay Pacific, hingga Japan Airlines.

Kadang merasa sayang dengan fasilitas yang aku terima, misalnya aku pernah hanya tinggal naik pesawat Garuda Indonesia Surabaya-Jakarta, tiket sudah ditangan tanpa pesan, semua tersedia karena didanai Pemerintah Jepang. Merasa sayang karena harganya 2 juta sekali terbang.hehe..iya sih gratis tapi gimana gitu rasanya, 2 juta.

Apapun itu, memang naik pesawat gratis bukan segalanya tapi aku merasa nikmat Allah begitu berlebih dari sekadar yang ku mohon. Allah selalu memberikan lebih, selalu merealisasikan mimpi, kalaupun tak terealisasi pasti ada pengganti yang lebih dari apa yang diminta diri ini.

Ya Allah.. Terima kasih atas segala yang Kau beri. Terima kasih telah dititipkan ke orang tua yang tak membuatku manja dengan apa yang ada. Mereka selalu mengingatkanku untuk selalu menjadikan Engkau yang pertama, sayangilah mereka ya Allah.

Sudah dulu..bismillah ayo terbang.. Indonesia Airlines telah menunggu..
***
 Gate F5 Terminal 2F SHIA, 2 Februari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

6 comments:

dwi sari said...

Ikut seneng ngebacanya mbak :)
Alhamdulillah banget dapat fadilitas terbang gratis, bisa terbang manjah deh *eh

Aireni L.B. said...

Wuaaah...naik pesawatnya sekarang sampai ke luar negeri,gratis pula..alhamdulillah ya Mbak :D

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

mbak aireni.. alhamdulillah iya mbak :)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

mbak dwi sari : iya mbak manjah2 gitu..hehe tapi ada minta laporan kegiatannya :)

Yoga Akbar Sholihin said...

Alhamdulillah sekali, Mbak. Saya seumur hidup malah belum pernah naik pesawat. Sesekali ajak dong. Wahaha XD

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

hehe semangat kak Yoga pasti ada kesempatan buat kakak... yuk yuk naik pesawat berhenti kak tapi..hehe

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^