Day 3: Berpisah dengan Sri Kencono (SK1)

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah atas ijin-Nya bisa meneruskan episode terakhir setelah hari pertama dan hari kedua.

Hari ketiga sekaligus hari terakhir di Lampung, meski belum Lampung seutuhnya. Kesedihan atas kegagalan berfoto dengan baju adat Lampung tak menyurutkan semangatku dihari terakhir ini. Seperti biasa, tak mau berdiam diri, setelah sholat Shubuh akupun mengajak Dik April berjalan-jalan dengan Citra. Pagi itu aku berjalan-jalan keliling ke Pabrik, Lapangan Desa hingga mengakhiri perjalanan dengan foto diatas atap Masjid SK1.hehe

Pabrik diwaktu pagi...

Ku mulai perjalananku dengan mengunjungi Pabrik singkong, masih belum ramai, tak seperti siang hari banyak truk pengangkut berlalu lalang. Ada 2 Pabrik singkong di SK1 ini,namun hanya satu yang beroperasi karena satunya bangkrut, akhirnya ditutup. Pagi itu juga banyak anak sekolah dengan senyum semangatnya meraih cita, mereka akan menuju sekolah, maklum hari kamis. Semangat ya Adik-adik sayang...


Bebas..masih di area Pabrik

Setelah puas di area Pabrik kulanjutkan perjalananku keliling jalan Kampung. Apa yang bisa dilakukan? Selfie..yeah..hehe..kalau yang lain pada selfie di wisata, aku cukup selfie dijalan yang tiap jalan punya karateristik masing-masing. Ceileh...


Absurd..selfie di jalan

Sepanjang jalan yang ada tanaman singkong, padi dan ada juga kebun karet. Memang itu komoditas utama Kampung SK1. Ingin sekali ke Ladang seharian agar bisa merasakan jadi petani disini.  Sebenarnya ingin merasakan naik truk tanpa kepala atau biasa mereka sebut Edeng, kalau di Jawa namanya Rodek.hehe...lucu kan? itu kendaraan yang ada Kampung SK1, hampir tiap rumah punya.
Dari atap masjid..mataharinya masih malu-malu

Tak terasa kami sudah mengelilingi jalan-jalan Kampung, sampailah kami di Lapangan dan depannya ada Masjid yang kita bisa naik keatas atap. Ya sudah kami naik hanya untuk mengabadikan momen. Kemudian berfoto didepan tugu Gentong SK1 yang ada di pertigaan jalan. 
Masih dari atap

Masjid dan tugu Gentong ini letaknya dipinggir jalan utama antara Kota Metro dan Gaya Baru. Satu-satunya jalan yang mengubungkan 2 daerah tersebut, sayangnya kondisi jalannya banyak yang berlubang.
Tugu Gentong SK1

Ternyata kami menjadi DPO di Rumah,hehe..Ok-lah kami pulang, memang sudah hampir jam tujuh, niatnya justru jam delapan kembali ke Metro. Di Rumah Mbah Sati sudah banyak saudara yang menunggu, Ya Allah aku kembali terharu. Akupun ke dapur dan ikut memasak, dan kamipun makan pagi bersama. Ternyata Mbah Sati menyembelih 2 ayam kampung miliknya pagi itu. Ya Allah, benar..benar ya..untuk saudara.

Pagi itu Bu dhe Yayuk Kota Metro masih kerja, akhirnya kami menunda keberangkatan hingga jam 10.00 pagi. Ketika aku akan pulang satu persatu saudara memberikan oleh-oleh sesuai pekerjaannya, misalnya yang punya ladang semangka memberikan semangka, ah…ini benar-benar membuatku ingin tetap disini karena kasih sayang mereka. Bahkan aku pulang membawa semangka yang beratnya lebih dari 4kg, dan aku hanya memikirkan bagasi, mau ditolak tidak mungkin, mau diterima takut disita di Bandara.hehe
Pertigaan SK1

Tasku yang semula hanya backpack dan sling back bertambah 2 tas jinjing hasil oleh-oleh. Ya Allah..indahnya persaudaraan.

Jam 10.00 kiranya aku berpamitan dan Mbah Satipun sampai menangis.huhu… Ada satu mobil yang mengatarku, ada Bu dhe, Pak dhe dan yang membawa mobil adalah Mas Aris. Perjalanan SK1 hingga Kota Metro ditempuh selama 3 jam.

Sepanjang perjalanan ini aku memperhatikan kondisi jalan sepanjang SK1-Rumbia yang banyak berlubang. Ini salah siapa ya? Apa salah bukan peruntukan kelasnya? Sebab yang lewat bus besar, truk Pertamina dan banyak truk-truk lain. Kondisi jalan akan semakin parah jika dibiarkan terus menerus, apalagi genangan air yang akan memperpendek usia jalan. Jujur, miris!
Salah satu ruas jalan yang rusak, ini masih dilewati truk pertamina loh...

Ini jalan utama loh, satu-satunya akses Kota Metro dengan Gaya Bumi, kalau seperti ini akan sangat membahayakan. Semoga saja aka nada perhatian dari Pemerintah ataupun yang bersangkutan.
Saat berpapasan dengan bus

To be continue Day 3 part 2
***
Puri Fikriyyah, 16 Februari 2016
Vita Ayu Kusum Dewi

share on facebook

2 comments:

Wahab Saputra said...

Waduhhhh,,,itu jalanan apa empang ya....

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Empang --" ga cuma satu lo kak.. Banyak lobang lain :'D gitu masih banyak truk besar lewat

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^