Day 3: Swastika Buana (SB13) dan Lintas Pantai Timur Sumatera

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ada hal unik lagi yang kutemui ketika di Rumbia selain kondisi jalan yang kuceritakan dalam Day 3: Berpisah dengan SK-1 Hal itu adalah tak kutemukannya ATM yang ada tempat khususnya seperti di Kota. Di sepanjang Rumbia ini adanya seperti “Transfer Online & Tarik Tunai” seperti dalam foto dibawah ini. 
Perhatikan papan petunjuk tersebut...


Wah..alhamdulillahnya bawa uang cukup selama di Lampung.hehe.. bentuknya ini seperti counter pulsa, jadi bukan yang seperti di Kota, beda, beda banget! Ada plang BRI sih, tapi ya itu bukan ATM resmi, hanya seperti di toko khusus untuk transaksi. Kalau Bank Daerah ada.

Alhamdulillah jalan setelah Kecamatan Rumbia sudah bagus, katanya habis dibangun oleh Bupatinya. Kecamatannya sudah masuk Kecamatan Seputih Banyak. Kata Pak dhe ini sudah masuk kawasan SB13 atau Swastika Buana. Ketika hari pertama aku lewat SB13 malam hari jadi hanya bisa mendengarkan cerita kalau SB13 ini mayoritas penduduknya dulu transmigran dari Bali.

Salah satu Pura di rumah warga di SB13

Ohya, benar banget kalau ada yang menyebutkan bahwa jalan-jalan ke Lampung itu ibarat jalan-jalan keliling Indonesia, buktinya paginya ke Kampung Jawa sekarang di Kampung Bali, hehe...ini belum yang Sunda. Melewati SB13 serasa jalan-jalan di Bali yang tiap rumahnya ada Pura, dan bangunan-bangunan khas Hindu.

Di SB 13 ini juga ada tempat wisata bernama Danau Tirta Gangga. Kalau ingin ke SB13 ini dari Bakauheni naik bus ke Terminal Rajabasa kemudian lanjut bus ke Metro-Gaya Baru, nanti akan lewat daerah SB ini, dan bisa turun ke Daerah yang dinginkan.

Lepas dari wilayah Swastika Buana, aku dipertemukan dengan perempatan. Kalau ikut perjalanan ketika berangkat, harusnya sekarang lurus, tapi Mas Aris membawaku melewati jalan yang berbeda. Mobil diarahkan belok kiri dan masuklah kami dalam kawasan Lintas Timur.

Asingkah dengan sebutan Lintas Pantai Timur? Bagi warga sini sudah biasa menyingkat Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera menjadi Lintas Timur. Sebenarnya Jalan Lintas Pantai Timur ini adalah salah satu dari Jalan Raya Lintas Sumatera. Disebut Lintas Sumatera ini karena jalan raya ini membentang dari ujung utara Sumatera hingga ujung selatan Pulau Sumatera, berawal dari Aceh hingga Pelabuhan Bakauheni. Tau panjangnya berapa? Panjangnya 2508,5 km. 

Kata Om Wikipedia dahulu Jalan Raya Lintas Sumatera sebenarnya hanya menunjuk kepada jalan raya yang berada di pesisir timur Pulau Sumatera yang berarti minus bagian jalan raya di pesisir barat yang melintasi Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Bengkulu. Saat ini terdapat 4 jalan utama di Pulau Sumatera, yaitu Jalan Raya Lintas Barat (Jalinbar), Jalan Raya Lintas Tengah (Jalinteng), Jalan Raya Lintas Timur (Jalintim), dan Jalan Raya Lintas Pantai Timur.
Gardu listrik utama di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera

Bagi teman-teman yang mau ke Bakauheni bisa langsung lewat Jalan Lintas Pantai Timur ini, jadi tidak Lewat Kota Metro. Kalaupun ingin ke Kota Metro (seperti aku), ketika di Perempatan Sukadana kalau dari Rumbia, belok kanan ke Kota Metro, sebab jika jalan lurus arahnya ke Bakauheni dan Way Jepara.

Di Jalan Lintas Pantai Timur Lampung ini juga melewati Asrama Haji dan banyak Kantor Pemerintahan dengan pagar khas bertenggerkan Siger.

Ketika melintas di Lintas Pantai Timur ini ternyata ada pemeriksaan, sepertinya Pak Polisi curiga dengan mobil kami. Kamipun ditanyai mau kemana, dan darimana. Ketika Pak dhe menjawab akan ke Bandara mengatar saudara, Pak Polisi justru tanya yang mana saudaranya. Tapi yang aneh bin lucunya, sambil menyerahkan SIM dan STNK Mas Aris, Pak Polisi berkata "suwun..atos-atos nggih" (read: Terima kasih, hati-hati ya). Ternyata oh ternyata Pak Polisi orang Jawa toh..bilang dong Pak, kita serumpun.hehe

Sepanjang jalan sawah menghampar

Kami masih menyusuri jalan Lintas  Pantai Timur ini dan selang tiga jam dari keberangkatan kamipun sampai di Rumah Bu dhe Yayuk. Alhamdulillah...Seperti biasa, Bu dhe  selalu heboh dengan suguhan makanan yang begitu banyak. Kamipun sholat dan istirahat sambil quality time untuk ngobrol satu sama lain. Alhamdulillah...

Saat ingat ini pertemuan terakhir sebelum pulang ke Jawa, rasanya tak ingin pergi, tapi mau bagaimana lagi. Rencana tinggal sehari lagi di Lampung, pulangnya mahal diongkos karena long weekend. Akhirnya saat semua banyak yang tidur aku memanfaatkan untuk jalan-jalan di taman dengan Dik April. Kebetulan rumah Bu dhe Yayuk di Kota dan dekat dengan Taman Masjid Jami'.



Jembatan Way Batanghari


Nah pengen tahu kelanjutan mainnya di Taman apa saja? simak sesi 3 day 3 ya. 

To be continue Day 3 part 3
* Day 3 part 1 –Day 3: Berpisah dengan SK-1
***
Puri Fikriyyah, 18 Februari 2016
Vita Ayu Kusum Dewi

share on facebook

4 comments:

Wong Crewchild said...

asik tripnya mba..

Wahab Saputra said...

Polisinya ngajak becanda....

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Alhamdulillah iya mas.. Banyak pelajaran yang aku ambil.:)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Tampang awalnya garang kak bener2 curiga e ehhh endingnya --"

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^