HU Bogor, Terminal Hujan dan Backpacker Jakarta

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Minggu, 7 Februari 2016, pagi itu sudah terasa suntuk jika harus seharian berdiam diri di Kos, hanya takut saja berdiam diri di Kos membuatku galau akan sesuatu hal.hehe.. Bisa sebenarnya ke Lab namun pagi itu juga sedang tidak ingin berkutat dengan laptop, sebut saja ingin lari sejenak memanfaatkan 2 hari libur terakhir sebelum masuk ke semester genap.

Akhirnya aku post di grup line Hijaber United Bogor. Aku menanyakan apakah ada aktivitas mengajar dari komunitas Terminal Hujan yang kemarin pernah kolaborasi. Kak Qidya menjawab "ada", dan sontak aku meminta CP dan bersiap-siap. Pagi itu juga aku melakukan perjalanan ke Baranangsiang, perjalanan dari Dramaga seperti biasa naik angkot 2x. Namun karena macet akhirnya aku memutuskan turun angkot dan memesan Gojek. Tak apalah daripada aku tak berguna di Kos karena masih dalam masa liburan. 
HU dan Rainheart

Alhamdulillah, dalam hatiku bersyukur disini Allah kenalkan aku dengan Hijaber United Bogor. Melalui HU Bogor akhirnya tahu komunitas yang lain, seperti Rain Heart dan sekarang Terminal Hujan. Betapa Allah telah memasukkanku dalam lingkaran kebaikan yang terus menyebar dan tak terputus.

Hampir dua jam perjalanan sampailah aku di Kantor Kelurahan Baranangsiang, dan disana telah banyak kakak-kakak dan adik-adik berkumpul dalam beberapa grup. Aku telat, tapi mereka tetap menerimaku untuk bergabung dengan mereka. Ternyata ada Kak Hilmy, anggota HU Bogor yang juga ikut sebagai volunteer Terminal Hujan. 

Aku langsung bergabung dengan kelas 5, disana ada Kak Indah dan Kak Hilmy. Kak Indah sedang mengajari 2 anak manis bahasa inggris, dan Kak Hilmy hanya memegang satu anak lucu matematika. Salut sama teman-teman Terminal Hujan, mereka masih meluangkan waktu mereka dibalik kesibukan mereka. Jangan dikira mereka tidak ada kerjaan lo guys, justru mereka sangat aktif di Kampusnya. Anggotanya ada yang masih SMA juga. Wah…kece baday..
Kegiatan Terminal Hujan

Disinilah aku juga sadar akan pentingnya pendidikan dan kita mengamalkan ilmu yang kita miliki. Aku ikut mengajar kak Hilmy, sebut saja adik manja nan lugu ini Sita, dia kelas 5 SD, tapi ternyata dia belum lancar membaca. Untuk membaca satu paragraf saja, dia masih terbata, dan ketika dia bisa membacanya perkata, ketika diminta menyimpulkan dia tidak bisa. Padahal dia sudah kelas 5. Berbeda dengan dua gadis kecil yang belajar dengan kak Indah, dia begitu lancar, bahasa inggrisnya juga, soalnya dia menepukku dan bertanya dengan bahasa inggris. “What’s your name?” katanya pertama kali.

Mayoritas peserta didik pagi itu adalah berasal dari ekonomi menengah kebawah, mungkin itu salah satu sebabnya. Memang miris, kadang pendidikan tidak dimaknai dengan baik akhirnya beberapa pendidikan anak terabaikan. Masih mending dia sekolah, ada loh yang tidak mau sekolah dan memilih dijalanan. Makanya aku semakin salut dengan komunitas-komunitas yang mau menggali dan mengembangkan potensi masyarakat ekonomi menengah kebawah, agar mereka juga tidak dianggap sebelah mata.

Nah, problem kedua Sita adalah kurang bisa membedakan antara pangkat dan perkalian. Jadi misalkan 5 pangkat 3, dia akan menjawab 5x3= 15, itupun mereka seperti menghafalkan tabel perkalian yang sampai seratus. Kalian masih ingat tabel yang ditempel didinding kelas? Yang perkalian pembagian? Jadi untuk menjawab 5x3 Sita menjawabnya “lima kali satu, lima, lima kali dua, sepuluh, lima kali tiga, limabelas” dan seterusnya. Ya Allah… bagaimana kalau dia diminta mengalikan 5x15 dalam ujiannya, berapa menit dia akan menjawab satu soal. 

Itu baru satu anak, belum lagi ada problem yang lain, misalnya dia tidak mau sekolah dan lain-lain. Hampir pukul setengah dua belas, kakak Terminal Hujan menginstruksikan untuk selesai, dan kamipun menyudahi, kemudian membereskan tikar, papan dan peralatan lainnya kemudian berbaris. Tersentuh rasanya lihat semangat anak-anak tersebut.

Setelah selesai akupun diajak untuk evaluasi, senang sekali mereka welcome dengan kedatanganku. Alhamdulillah saudara bertambah, mereka juga mengajakku untuk datang diminggu selanjutnya sebagai volunteer. Oh..senangnya..
HU Bogor dan Terminal Hujan

Setelah jam 12, kamipun berpisah dengan kesan mendalam untukku. Aku segera menaiki angkot 03 dari depan Kantor Kelurahan dan menuju Dramaga. Awalnya kurencanakan ke tempat Mbak Tiwi di Jakarta, tapi karena Mbak Tiwi belum Kos dan masih di saudaranya, akupun membatalkannya. Setidaknya siang itu dan hari itu aku bisa dipertemukan Allah dengan orang baik, melalui lingkaran yang baik pula dan semoga kita sama-sama membangun dan berbagi kebaikan dijalan-Nya. Aamiin… Terima kasih ya Allah telah memperkenalkanku dengan Hujaber United dan Terminal Hujan. Ohya buat kalian yang mau gabung HU atau TH bisa kunjungi web www.diaryhijaber.com dan www.terminalhujan.com.

Dalam perjalanan aku masih mencari kegiatan buat esok hari (8 Februari 2016), libur terakhir, pikirku. Akupun mencari di grup facebook, hastag instagram dan lain-lain. Sebenarnya sejak Sabtu sudah ditawari untuk ke Pulau Pari tanggal 6-7 Februari 2016 gratis bersama teman-teman Alumni Ekspedisi Nusantara Jaya, atau alternatif kedua bersama Mbak Muthia UNJ pendakian Papandayan tanggal 6-8 Februari 2016. Sayangnya hari Sabtu harus stay di Laboratoriun jadi batal mengikuti kedua kegiatan tersebut.huhu..

Tapi rencana Allah lain, aku ingat, di Malang aku pernah diajak ngetrip oleh backpacker Malang, karena itulah aku pikir pasti ada backpacker diseluruh Indonesia, akupun langsung mencari yang area Bogor, ada namun sepertinya sedikit vakum. Akhirnya bertemulah aku dengan grup Backpacker Jakarta yang super aktif. Aku lihat kalender tripnya, ada trip ke Stone Garden dan Goa Pawon pada tanggal 8 Februari 2016. Tanpa pikir panjang aku langsung kontak Kak Aziz, yang sekarang ku panggil Kak Uqi, dan aku langsung dimasukkan ke grup. Alhamdulillah ya Allah.. karena mepo atau meeting pointnnya jam 05.30 pagi di UKI akupun berencana tidur stasiun Cawang. 

Namun karena sudah masuk di grup, dan ada satu member putri yang aktif menjawab, Mbak Diana namanya. Akupun memberanikan diri chat dan to do point tanya asli Jakarta atau tidak. Asli Jawa tapi domisili Jakarta katanya. Alhamdulillah…dan aku langsung tanpa basa basi ijin buat nginep di rumahnya. Allahu akbar, entah bagaimana Allah menggerakkan hati Mbak Diana, Mbak Diana sangat welcome banget. Ya Allah aku terharu ya Allah..kita belum pernah ketemu, baru satu grup juga beberapa menit yang lalu tapi kebaikan hatinya ya Allah. Apa akunya yang tak tahu malu.hehe..ya beginilah aku, perlu sedikit basa-basi kepada orang baru tapi gampang untuk mengakrabkan diri.

Ok, minggu malam itu juga aku langsung menuju Jakarta, menuju tempat bertemu dengan Mbak Diana. Mbak Diana memintaku turun Stasiun Bekasi dan bertemu disana, akupun mengiyakan. Perjalanan malam itu menyadarkanku bahwa masih banyak orang baik di dunia ini, tapi kadang tak terlihat. Di KRL aku juga bertemu dengan seorang ibu dan kami saling bercerita. Kiranya jam 21.00 aku sampai dan bertemu Mbak Diana pertama kalinya, ternyata dia orang Jawa, Ngawi juga. Hehe
Aku dan Mbak Diana

Akupun dikenalkan dengan rekan kerjanya, dan sepulang kantor aku dibonceng Mbak Diana ke Cipinang, untuk menuju rumahnya.  Sepanjang perjalanan kami bercerita terutama tentang Backpacker Jakarta. Sudah 3 tahun ini Backpacker Jakarta resmi berdiri dan ternyata kegiatan mereka tak hanya senang-senang ngetrip saja. Banyak aktivitas lainnya seperti bakti sosial, jelajah Masjid, Klenteng, mengajar, ke Panti Asuhan, dll. Jadi tak selamanya Backpacker hanya memikirkan kesenangan berpetualang saja, mereka juga punya hati yang bersih untuk menolong sesamanya.

Backpacker Jakarta juga punya club, misalnya club badminton, renang, blogger, fotografi, renang, dan club bermanfaat lainnya. Mereka juga mengadakan kopdar setiap bulannya dan trip setiap minggunya. Di Backpacker Jakarta aku tak hanya bisa menimba ilmu mengenai travelling tapi juga feeling, bahwa dalam kesibukan kita ada hak orang lain yang perlu ditunaikan. 

Ah..ya Allah sungguh hari minggu menjadikanku semakin menyadari bahwa banyak lingkaran kebaikan yang dapat kita masuki untuk mengupgrade diri dan menyadari akan karunia Ilahi. Yuk kawan kita semangat berada di lingkaran kebaikan ^^

Esok harinya aku bersiap bertemu dengan member Backpacker Jakarta lainnya yang ikut trip ke Stone Garden dan Goa Pawon...
***
Wisma Wageningen, 13 Februari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

share on facebook

4 comments:

Aireni L.B. said...

Backpacker itu saling membantu ya, Mbak..ehm, salut atas keberanian mbak untuk menginep di rumah orang baru, dan salut juga buat mbak Diana yang sudah mengiznkan orang yang baru dikenal untuk bisa nginep di rumahnya :D

vira elyansyah said...

Masya allah betapa mulianya kakak-kakak ini yang mau berbagi ilmunya untuk sesama <( ̄︶ ̄)> semoga Allah melapangkan rezeki dan selalu memberi kebahagiaan untuk kalian aamiin

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Iya mbak jiwa backpacker sesungguhnya ya baik hati dan tidak sombong kok mb.hehe lhah saya memberanikan diri mb..alhamdulillahnya Allah mempertemukan saya dengan mereka orang baik termasuk kalian para blogger

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Alhamdulillah..aaamiin aamiin semoga doanga balik ke mbak ya :')

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^