Inikah Nafas Terakhir ya Allah?

Bismillahirrahmaanirrahiim 
Alhamdulillah atas ijin Allah dapat merangkai kata lagi. Sesuai janji, harusnya hari ini aku share tentang perjalanan 2 hari di Malang yang nano-nano ceritanya, namun karena sesuatu hal (lebih tepatnya dokumentasinya belum dapat.hehe), aku mau share dulu tentang seminggu terkapar di atas pembaringan. 

Jadi ceritanya bermula, kamis pagi (21/01/2016) Alhamdulillah aku sampai di Rumah. Aku baru pulang dari Malang ketika itu. Sesampainya di Rumah aku tidak langsung istirahat, aku ambil buku di rak terus membaca sampai tertidur didepan TV. Saat Subuh tiba aku bangun dan menghampiri Ibu kemudian makan apel, ini kebiasaan makan habis bangun tidur yang susah hilang. 

Saat di dapur aku bilang ke Ibu kalau badanku capai semua, sakit rasanya. Sebenarnya ga biasa banget kaya gini. Biasanya ya fine..fine aja, mau sehari roadshow 5 kota ya baik-baik saja, tapi ini beda banget, beda! Pukul 08.00 WIB aku merasa badanku hangat namun akhirnya aku mandi juga walaupun kondisi badan sepertinya sudah tidak memungkinkan. Setelah mandi ternyata badanku tambah panas dan aku sudah mulai terbaring karena lemas mau ngapa-ngapain. Rencana datang di walimahan adik tingkat jadi gagal dan ibupun pulang cepat gara-gara aku.huhu.. 

Ibuku mengerahkan semua usahanya, aku dikasih paracetamol, dikompres dan diapa-apain pokoknya, obat jawa juga sudah tapi tetap demam semakin meninggi dan aku , hanya bisa tidur sambil ngigau. Terus siangnya dipanggilkan Lek Satri, tukang pijat yang biasanya mijitin aku. Aku pikir aku hanya capai, tapi justru demam semakin tinggi. Ba’da dzuhur kiranya, ibu langsung berinisiatif bawa aku ke RS, akupun ga mau, biasanya juga besoknya sembuh. Tapi ibuku sampai nangis, huhu maafkan anakmu yang bandel ini bu. Maklum dulu Alm.Ayah dan Almh.Mbak meninggal karena sakit, jadi mungkin ibu trauma. Ya sudah karena aku lemas tak berdaya, Pak Lek membawaku ke mobil dan segera membawa ke RS.

Ibuku tidak mau membawa aku ke klinik karena alasan pelayanan. Akupun dibawa ke RSUD Waluyo Caruban. Sesampainya di UGD seperti biasa dicek banyak deh. Ternyata demamku 39 derajat.hehe pantas panas juga dirasa. Kemudian dokter menyarankan aku obat jalan karena baru demam hari pertama. Iya sih aku punya riwayat DBD dan aku tidak menjawab beberapa pertanyaan dokter. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya aku baru menunggu orang yang sakit DBD dan sebenarnya tanda-tandanya sama, namun karena aku paling anti sama yang namanya “opname”, akupun bilang hanya demam.hehe…dasar vita bandel ga ketulungan. Aku lolos dari opname tapi tidak dari jarum.huaaa..paling anti juga sama jarum. Padahal sukanya kesehatan, cita-citanya jadi dokter.hehe

Ditengah hujan yang deras akupun meminta pulang dan diperjalanan aku request buat beli jambu merah. Sesampainya di rumah langsung istirahat. Nah, ternyata demamnya tidak turun-turun sampai hari sabtu. Harusnya aku kembali ke RS dan pastinya opname ini, tapi aku kuat-kuatin, jangan sampai ke RS.Hehe… Sabtu itupun aku ada agenda untuk sharing di almamater tercinta, SMAN 1 Ngawi. Disanalah aku merasa “ya Allah ini hari terakhirkukah?”

Saat aku didepan baru berdiri beberapa menit, tiba-tiba pusing menghampiri dan rasanya sudah tidak kuat berdiri. Apakah dulu Ayah gini ya ketika pidato didepan yang pingsan itu? Akhirnya aku mohon ijin untuk duduk. Ah…rasanya.. enak sehat ya Allah. Astaghfirullah.. Singkat cerita acara di SMASA diberi kelancaran Allah meski kondisi tubuh tidak fit. Sesampainya di rumah aku sebenarnya diajak check up tapi aku tidak mau, akhirnya aku malah memutuskan ikut trip pengurus koperasi hari minggunya.Huaha..ini pembuktian aku baik-baik saja. 
Trip hanya memandangi orang-orang karena hanya bisa duduk tenang

Tapi tahukah kawan? Ini trip yang aku ga berasa ngetrip.huhu…Beneran aku ga kuat, baru jalan 5 menit sudah minta duduk dan badan gemetaran. Akhirnya banyak tempat yang aku skip, cerita lengkapnya nanti ada postingan sendiri yah. Aku minta ijin ke ibu buat jalan-jalan sendiri, atau cukup tiduran di kursi atau bawah pohon rindang. Sepertinya memang tubuhku sudah tidak kuat lagi untuk hari itu, namun harus aku tahan sampai malam hari. 

Senin, selasa, rabu, kamis masih sama, masih terbawa rasa lemas, memang sepertinya ini kalau bukan DBD ya tipes, tapi tetap aku tidak mau opname. Hingga hari rabu datang dan perutku serasa kram selama 2 hari.huaaa… astaghfirullah..aku salah apa ya Allah.. esoknya akhirnya aku ikut ibu ke dokter, soalnya ibu ikut ketularan demamnya 39 derajat juga, habis itu adikku yang ketularan juga. Maafkan aku tak bermaksud menyebarkan..huhu 

Namun dibalik sakit yang kurasa aku mendapat hikmah. Setidaknya aku tidak “dolan” kemana-mana, biasanya pulang ke Ngawi tapi banyak diluar rumah, namun kepulangan ini aku benar-benar di rumah, bahkan bertemu banyak saudara karena banyak yang menjenguk. Memang ya, kalau Allah yang merencanakan semuanya pasti ada hal baiknya, contohnya apa yang aku rasakan selama di rumah. Aku jadi sadar siapa yang peduli dengan keadaanku. Terima kasih ya Allah, Engkau titipkan aku pada keluarga yang baik. Lindungi dan sayangilah mereka ya Allah :’) 

Dan memang selama sakit aku ingat mati, ingat kalau bekalku masih kurang, aku jadi ingat sebuah nasehat bahwa sesungguhnya memang kematianlah nasehat terbaik. Jangan lupa besyukur dan menyegerakan kebaikan kawan, mumpung masih ada kesempatan :’) Terima kasih ya Allah Engkau masih mengijinkan aku bernafas hingga detik ini 

 *Baru aku sadari mungkin salah satu penyebab sakit demam tinggi itu karena aku belum istirahat, jadi kronologinya 16 Januari 2016 ada meet up dengan kawan-kawan ekspedisi sampai sore, Minggunya 17 Januari 2016 walimahan sampai sore, kemudian dilanjut malamnya ke Kota Tua sampai sekitar jam 8nan, pukul 9nan ke UNJ sampaui tengah malam karena tidak mendapat bus, akhirnya tengah malam ke Depok pakai grab taxi sama Muthia dan Nurul. Malam itu akhirnya menginap di rumah Muthia. Paginya, Senin 18 Januari 2016, aku kembali ke Bogor jam 7 pagi, sampai Bogor langsung prepare balik ke Malang karena tiket keretaku pukul 15.15 WIB. Jadi ke Bogor hanya ambil barang, ke IPB kemudian beli oleh-oleh dan cap cus lagi ke Pasar Senen. Nah, karena datangku mepet sekali dan banyak insiden disana aku lari-lari sampai akhirnya 15.10 aku masuk kereta. Udah di kereta sampai pagi 19 Januari 2016, sampai juga di Malang pukul 08.00 lebih, kemudian ke Kos Mbak Lintang hanya istirahat mandi dan jam 11 sampai sore ke Kampus. Malamnya meet up, kemudian esok harinya, 20 Januari 2016 kembali ke Kampus karena sesuatu hal kemudian hari itu juga balik ke Ngawi, nah paginya sampai Ngawi langsung demam.Biasanya tidak sampai demam tapi mungkin untuk kasus ini sudah akumulasi beberapa minggu terakhir,hehe. 
*** 
Puri Fikriyyah, 31 Januari 2016 
Vita Ayu Kusuma Dewi

Comments

  1. Membaca paragraf terakhir nepos-nepos melihat luar biasa perjalananmu

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^