Menuju Magister Sains

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga ditahap sidang komisi 1, walaupun ini belum ada apa-apanya. Sidang komisi atau Sidkom ini memberikan banyak hal, diantaranya aku baru sadar kalau sekarang dalam posisi menuju "Magister Sains", "sains" bukan yang lain. Proposal penelitianku mendapat komentar cambukan, "Anda itu magister sains, sainsnya belum kelihatan ini", intinya seperti itu. Jleb..pengen nangis? Pasti! Sampai detik ini salah satu andalan mengekspresikan adalah nangis. Yes, nangis, puas rasanya!

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. 2:286)


Kembali ke sidang tadi sore, aku banyak mendapat pencerahan, banyak yang luput selama beberapa bulan ini, banyak yang berlalu tanpa aku sadari, dan banyak kesalahan yang sepertinya kusepelekan. Sampai tadi pembimbing intinya bilang , "kalian dipilih kan karena pinter, jadi bisalah ngerjain". Plak baca..baca..literatur..kalau butuh tambahan ambil topik khusus...begitulah kalau sudah kesel sama diri sendiri. 

Jadi ceritanya tadi down tapi habis itu bisa senang,  suka, gembira saat ada kawan WRE ngeline. Mbak Fauriza namanya, sahabat WRE 11. Dia memberi kabar kalau diterima 2016/2017 China – ASEAN Exchange Extraordinary Scholarship dan 2016/2017 China – Indonesia Exchange Extraordinary Scholarship, Alhamdulillah kalau ke China ada yang dituju. Allah keren banget rencananya, kata Mbak Fau ga nyangka  bisa lolos. Kalau Allah sudah berkehendak pasti terjadi ^^

Alhamdulillah semangat lagi, terus nengok grup WRE JKT(48), mereka yang sudah bekerja di tempatnya masing-masing, ada yang di Kontraktor, Konsultan, BUMN, Kementerian dan aku yang neruske lakon menjadi mahasiswa. Alhamdulillah, Allah pasti tak salah menempatkan hamba-Nya. 


Beberapa saat kemudian, di akun lain, ada postingan kawan yang sedang di Belanda, Adibtya. Aku buka website yang IHE Belanda, dia satu-satunya dari Indonesia calon profesional di bidang Flood Risk Management


Ya Allah, begitu sempurnanya rencana-Mu, dan akupun tak sengaja netesin air mata lagi.Sedih? Bukan, sama sekali bukan, senang malah. Ya Allah betapa tak bersyukurnya aku jika masih mengeluh, pastilah setiap tempat kita saat ini akan ada duri yang terkadang menyentil kita untuk lebih bersyukur kepada-Nya. Stop mengeluh dan berputus asa!


“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)


Kemudian aku mencoba mengontak kembali kembaran beda tahun, Mas Yunus, sahabat diskusi ilmiah yang luar biasa, yang tak pernah putus asa jika gagal mencapai apa yang Ia impikan. Sekarang dia masih menunggu pengumumannya beasiswa unggulan sembari bekerja dibidang teknik di daerahnya. Beberapa saat yang lalu juga masih berkomunikasi dengan Mbak Lintang, Mbak Suci dan beberapa sahabat yang di Malang, eh juga yang di Gorontalo. Ya Allah, terima kasih atas hadirnya mereka.

Dan terlebih lagi, support keluarga yang luar biasa, Alm.Ayah, Ibu, Adik, Mbah dan tetanggapun ikut mendukung. Kawan SMP, yang satu persatu menemukan tulang rusuknya. hehe... Barakallahu lakuma...

Sampai detik ini menulis, masih disudut inspirasi di Wageningen, bersama kawan seperjuangan luar biasa, Mbak Aini (yang in syaa Allah tahun depan lulus pendidikan Doktornya) dan Mbak Riani (yang in syaa Allah kita lulus MSi in syaa Allah tahun depan dan semoga juga lulus Doktor 2019). Semangat ya kita, hehe... lupakan nyanyian sensornya apa, beli dimana, butuhnya berapa, mereknya apa, harganya berapa, ngrangkainya gimana ada tidak sensornya... (nyanyiin pake lagu ada apa denganmu.hehe)

Malam ini saatnya fighting revisi, mencoba kembali memaknai apa itu "Magister Sains", sejenak mengesampingkan impian "Magister Teknik", dan esok hari semoga proposal ini lebih baik dan bisa direalisasikan segera. Tiada lain tempat berharap selain Allah :') 

Kuatkan kami ya Allah, dijalan menuntut ilmu ini.. kalaupun berakhir usia kami, izinkan kami berakhir dijalan-Mu dan telah memberikan manfaat kepada orang lain :')

Ohya, sebenarnya besok sudah merencanakan ke Jakarta ikut audisi Puteri Muslimah 2016, tapi apa daya  ada tuntutan yang lebih utama untuk dilaporkan besok disini, semangat ya shalihah yang besok audisi semoga bisa menjadi syiar seorang muslimah yang sebenarnya. Malam ini hanya bisa menyaksikan persiapan mereka di grup line OFC PUMUS :')

Pun dengan semua kawan backpacker Jakarta yang minggu-minggu ini tripnya bikin ingin, tapi aku harus puasa dulu, :') Hati-hati ya semuanya, semoga perjalananya selalu dalam lindungan-Nya. 

Disini..masih berjuang untuk sebuah ilmu baru...yang semoga nanti bermanfaat untuk sekitarku..jika ajal belum mendahuluiku :')
***
Ruang Inspirasi, 23 April 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

4 comments:

Irham Sya'roni said...

Untuk menuju tujuan, pasti banyak rintangan.
Untun menuju magister sains pun pastilah banyak perjuangan.
Semangat dan semoga sukses, Mbak...

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

aamiin aamiin kak terima kasih semangatnya kak :)

laili umdatul khoirurosida said...

Halo kak vita ternyata backpaker jakarta juga thooo.. aku juga mba RT 15. Salam kenal

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Hai kak Laili salam kenal ya :) aku RT 18.hehe ketemu di dunia maya juga kita kak..hehe main ah kerumah kakak di maya..hehe

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^