Dear Nino dan Random Pagi

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Dear Nino, 
Pertemuan denganmu adalah sesuatu yang tak diharapkan namun telah direncanakan. Memahamimu adalah sebuah paksaan yang mengantarkanku pada masa depan. Jadilah partner yang baik ya, saling memahami, mengerti kondisi, bahwa kita tak bisa saling menemui setiap hari.. Jaga dirimu baik-baik diantara terik matahari dan hujan badai yang tak pasti. Aku akan selalu mempelajarimu, dan terus mencoba menjadi partner yang baik untukmu, kuharap kamupun begitu, menjadi perantara Allah untuk menggapai mimpiku :') 

Begitulah random pagi ini, surat singkat itu diketiknya di Stasiun Depok, tepat tengah malam, sembari menunggu kereta ke Bogor karena tadi di Cikini tidak kunjung datang kereta Bogornya. Alhamdulillah saat menulis ini sudah sampai Kos, dengan penuh drama. Alhamdulillah juga hari ini, kuasa Allah, hampir 95% yang tertulis diagenda sudah dilaksanakan. 

Nino dan seperangkat komponennya...Ninonya sudah dibungkus didalam..

Pesan untuk Nino itu terinspirasi karena hujan yang mengguyur tengah malam ini. Tadi pagi alhamdulillah sudah start penelitian. Semoga saja berjalan lancar dan datanya baik-baik saja, termasuk alatnya juga :')


Bulan September ini merupakan bulan terberat di semester ini, menurut saya pribadi. Ada summer course yang berlangsung hari ini hingga tanggal 20 September 2016, upacara pelepasan ENJ tanggal 22 September 2016 dan persiapan keberangkatan ekspedisi untuk tanggal 1-8 Oktober 2016, pentas drama musikal tanggal 25 September 2016, dan tanggung jawab akademik di 2 jurusan yang berbeda, SIL dan TEP. Tentunya dengan padatnya agenda itu dan semua kegiatan hampir beririsan waktunya. Tuntutannya masing-masing, misalnya dalam drama musikal saya harus sering berlatih mandiri karena terkadang tidak bisa ke Jakarta tiap rabu atau jum'at sebab masih ad agenda Kampus, atau misal yang paling urgent sekarang summer course saya belum membuat poster penelitian.hehe..ya..harus bagi waktu.

Padahal kemarin sudah memutuskan mundur dari salah satu, ternyata tidak bisa. Akhirnya saya bilang ke diri sendiri, I'll do the best...Saya tidak tahu bagaimana badan ini berteriak, yang pasti saat dini hari seperti ini saya sering merenung, sampai akhirnya kemarin mendapat pencerahan dari materi-materi Al Hadiid, organisasi dan keluarga saat di S1 di UB. Pencerahannya salah satunya tentang keberkahan waktu. Waktu yang berkah adalah saat kita dapat melakukan banyak kebaikan dengan waktu yang terbatas. Kuncinya adalah baca Al Qur'an, dengan itu Allah yang akan mengurus urusan kita, dan kita tidak akan dikendalikan waktu, kitalah yang akan mengendalikannya. 

Sejak menemukan pencerahan itu saya merasa lebih hina dihadapan Allah, kadang kurang bersyukur, sudah dikasih banyak rejeki misal keterima summer course malahmau disia-siakan, atau karena mungkin sibuk urusan dunia jadi lupa baca Al Qur'an, sholat dll.. Semoga tidak terjadi ya Allah... Saat ini sampai detik ini saya pasrahkan urusanku kepada Allah, karena jujur saya sendiri tidak sanggup tanpa Allah. Hari ini saja ada 15-an agenda yang harus saya lakukan walaupun summer course berlangsung dari pagi hingga sore atau bahkan sampai malam. Alhamdulillah ada rejeki juga dari Gerai Mentari, jadi tadi juga setelah sampai kos packing dulu orderan yang perlu dikirim besok.

Ya Allah, satu pintaku, jangan biarkan aku melupakan-Mu dan melenceng dari jalan-Mu, bimbing an tuntunlah aku ya Allah :'(

Maaf ya random pagi, sudah mendekati Subuh, sejak tadi sampai Kos tidak dapat terlelap. Akhirnya mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan. Semoga raga dan jiwa ini selalu dalam lindungan Allah SWT :")
***
Puri Fikriyyah, 15 September 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

2 comments:

Imron Fhatoni said...

Tetap semangat mba, sebelumnya salam kenal ya salam bersahabat

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Terima kasih mas imron salam kenal ;) siap mas selalu semangat ;)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^