Curug Buluh : Belajar Menghargai Perjuangan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Usai turun dari Kawah Ratu, tepat di pertigaan Sungai pertama, kami langsung belok kanan menuju Curug Buluh. Tanpa aba-aba, kami langsung meletakkan beban dipundak kemudian merasakan segarnya air yang merayap kesekujur tubuh. Ketika Mbak Riani dan Mbak Atik sedang menjalani sesi pemotretan oleh fotografer kami, Mas Muhdin, aku masih asyik untuk menyusun batu. Teringat sebuah lomba susun batu yang menjadi tradisi di Ngawi.

Menyusun batu adalah sebuah perjuangan yang bisa saja ditengah pengerjaan runtuh karena salah perhitungan. Terkadang saat batu yang telah kita susun jatuh, kitapun malas merangkainya kembali agar berdiri tegak. Begitu jugakan ketika kita memperjuangkan sesuatu? Terkadang jatuh bangun dihiraukan, tapi pada titik tertentu terkadang memilih menghentikan karena suatu alasan.

 Ceria sekali...

Setelah batu itu tersusun tegak, akupun berpindah pada keseruan bersama mereka bertiga. Kami berhaha-hihi dicekungan curug tersebut. Usai lelah hilang, kamipun beranjak dan memutuskan untuk makan bersama. Serasa piknik keluarga.hihi.. 

Piknik keluarga...


Sebelum meninggalkan curug Buluh, Mas Muhdin menantang untuk meruntuhkan susunan batu yang tadi sudah ku susun. Kami bertiga berdiri pada garis yang sama dan berusaha meruntuhkannya. Kali ini Mbak Atik juaranya setelah beberapa kali menembak. Diakhir setelah menembak, tubuh Mbak Atik terpelanting kebelakang dan jatuh, hampir sama dengan jatuhnya bebatuan yang tadi tersusun. Alhamdulillahnya tidak luka-luka...

Kau tau apa yang bisa kau pelajari? Pada suatu masa, ada perjuangan yang telah kita lakukan seketika bisa dihancurkan oleh seseorang. Bersabarlah dan perjuangkanlah kembali, karena (atas ijin-Nya) akan ada seseorang yang dapat menghargai dan membersamai menjaga usaha yang telah kita lalui. 
Saat yang diperjuangkan masih tegap berdiri

Sudah ada kode rintik air hujan turun dan kamipun bergegas menuju basecamp sebelum hujan deras mengguyur. Belum juga banyak melangkah, hujan telah mendahului. Alhamdulillah..waktunya banyak berdoa, semoga yang disemogakan segera terealisasikan. Aamiin...

Kami beristirahat di mushola karena hujan masih deras dan menikmati segelas moccachino yang menghangatkan. Mbak Atik dan Mbak Riani masih belum bisa move on dari perjalanan tersebut. Susah sekali ya move on dari sesuatu yang telah melekat dihati kita..eaaaa....

Sekitar setengah 3 sore kamipun menuju parkiran dan bersiap pulang. Tak lupa mengabadikan momen dideretan pohon pinus sebelum jadi mimpi tidur dimalam hari dan terus menghantui jika tidak dituruti.

Obrolan Mbak-mbak...

Sepanjang perjalanan pulang kami saling bertukar cerita, atau malah akunya yang banyak cerita.hihi..dasar Vita memang banyak omongnya.. Terima kasih juga kuucapkan kepada Mbak Riani, Mbak Atik dan Mas Muhdin sudah mau bertafakur bersama dan sabar menghadapiku yang seperti ini. Maafkan atas segala ucap dan tingkah yang tak berkenan, semoga nanti adalagi kesempatan dari Allah untuk kita pergi bersama.

Semoga juga sahabat semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan yang kami lalui. Terima kasih segala pihak yang telah menjadi perantara Allah untukku agar bisa kembali pada ritme menulis 2 tahun yang lalu. Aku masih berusaha kembali, dan mohon doanya agar aku terus menuliskan yang bermanfaat tanpa henti.

Ya Allah..terima kasih atas segala anugerah ini... 

Cerita sebelumnya : 


*Dokumentasi yang ada di cerita ke 2 dan 3 dari HP mbak Riani dan Mbak Atik, kebanyakan hasil potretan Mas Muhdin. No edit, no filter
***
Puri Fikriyyah, 22 November 2016 
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^