Review Novel Firegate : Menguak Bingkai Sejarah

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sejak terbitnya buku ini saya sudah memburunya dan memesan online melalui Gramedia online. Hasrat mereviewnya juga sudah dari lama, namun selalu mengendap menjadi naskah belaka. Ijinkan hari ini saya mereview Novel ini dari sudut pandang saya.  Semoga bermanfaat.

Informasi buku

Judul : Firegate (Misteri Piramida Gunung Padang)
Penulis : Rizki Ridyasmara
Penerbit: PT.Grasindo (PT Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta)
Editor : Septi Ws
Penata letak sampul dan isi : Tim Desain Broccoli
Tanggal diterbitkan: Agustus 2016 (Cetakan Pertama)
Jumlah halaman: 258 halaman
Harga: Rp58650,- (Gramedia online)
ISBN: 978-602-375-616-2


Novel Firegate ditulis oleh Rizki Ridyasmara. Sebelum terbitnya novel Firegate, Rizki pernah menjadi jurnalis dan penulis dari novel Misteri Portal Kuno di Gunung Lawu (2016), The Escaped, Misteri Kuburan Adolf Hitler di Surabaya (2011), Codex, Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita (2010), Misteri Simbol Iblis (2009), dan beberapa tulisan lainnya. 
Nusantara bukan warisan nenek moyang tapi dia titipan anak cucumu (Firegate 2016)

Cover depan dan belakang novel Firegate

Secara penampakan fisik, novel ini masih seperti biasanya, terkesan grayscale untuk isi dan berwarna dengan efek timbul di cover. Desain apik covernya mencerminkan isi cerita didalamnya yang bernuansa sejarah, ilmu pengetahuan, mistis serta kegigihan mengungkap fakta.

Novel Firegate menceritakan tentang piramida Gunung Padang yang menurut sejarah merupakan piramida tertua di dunia berdasarkan hasil uji laboratorium Beta-Analytic di Miami, Amerika Serikat. Berbeda dengan novel-novel lainnya, novel Firegate diadaptasi dari shooting script film layar lebar Firegate yang ditulis oleh Robert Ronny dari Legacy Picture. Hal ini menjadi salah satu keunikan tersendiri karena biasanya alur umumnya adalah novel di filmkan layar lebar. Novel Firegate terdiri dari prolog, 56 part dan diawali dengan fakta sejarah tentang piramida Gunung Padang. Pembuka yang sangat mengedukasi pembaca dan menelurkan hasrat pembaca untuk mengetahui lebih dalam mengenai sejarah. Fakta sebagai pembuka ini bagi saya sebagai pemicu untuk menyelesaikan novel sebab memunculkan rasa penasaran yang luar biasa.

3 tokoh utama dalam novel ini adalah Tomo (jurnalis), Guntur (paranormal) dan Arni (Arkeolog). Bercerita tentang dunia arkeologi, pemerintahan hingga ranah terkecil rumah tangga dan pertentangan dalam diri sendiri. Setelah pembaca disambut dengan fakta sejarah, hal yang menjadi kejutan selanjutnya adalah prolog deja vu. Mengalir satu persatu, dari deja vu hingga masuk ke dunia arkeologi dan petualangan yang menegangkan. Secara garis besar ceritanya adalah proses ekskavasi piramida gunung Padang. Selama pra, proses dan setelah ekskavasi itulah dibangun ragam cerita, baik dari konflik Tomo, Guntur dan Arni, yang setiap tokohnya memiliki kisahnya masing-masing.

Novel ini diramu sedemikian rupa sehingga ceritanya mengalir dan bumbu-bumbunya sulit ditebak. Ada hal yang menarik dan membuat pembaca geram dengan sendirinya mengikuti alur. Salah satu alasan cerita ini "greget" menurut saya adalah karena Rizki sudah melahirkan karya-karya serupa sebelumnya.  Cerita yang dituangkan Rizki dalam novel ini dapat divisualisasikan dalam pikiran, sehingga sembari membaca, pembaca disuguhi angan dan merasa ikut serta dalam petualangan penyusuran Gunung Padang.

Konflik dalam diri Tomo terhadap pekerjaan dan keluarganya juga menambah poin haru dan memberikan pelajaran bagi setiap pembaca bagaimana mengambil keputusan dan memperjuangkan. Dialog-dialog yang ada pada novel Firegate menuntun pembacanya pada sejarah-sejarah nenek moyang, misalnya teknologi pada jaman nenek moyang seperti teknologi batu putar untuk membuka pintu piramida. Tak berhenti disitu saja, belajar dari nenek moyang yang telah mengenal simbol-simbol layaknya “pin” dijaman sekarang.

Novel ini juga mengarahkan pada kekaguman kehidupan masa lampau, terutama kecerdasan nenek moyang yang mencoba diangkat dalam cerita Firegate ini, meskipun cerita-cerita mistis tentang kematian Tim Arni saat melakukan ekskavasi Gunung Padang seperti tahayul. Pun cerita saat sudah berada didalam piramida Gunung Padang dan tokoh dalam novel ini mengalami hal-hal aneh. Disisi lain memang novel ini merupakan kombinasi mistis dan ilmu pengetahuan.

Novel Firegate juga menyisipkan secercah motivasi bagi pembacanya lewat dialog antar tokoh dalam menghadapi persoalan dan cara memutuskan pilihan dengan penuh pertimbangan.




Dunia itu akan hancur kalau dipenuhi orang yang kehilangan harapan dan nyerah seperti kamu..(Guntur Firegate 2016)

Akhirnya, saya menilai novel ini sukses membius pembacanya dan membuat pembaca pulang dengan edukasi. Pasca membaca novel ini kita akan mengangguk-angguk akan sejarah lampau yang sekarang dikuak melalui sebuah novel dan nantinya ada visualisasi filmnya. Novel ini layak dibaca siapapun, terutama yang mau berpetualang melewati kata-kata. Sudut pandang dalam menilai saat membaca novel ini juga akan diuji, bisa jadi saya dan anda akan memandang dari hal yang berbeda. Bagi penikmat novel yang belum membacanya, segeralah ke toko buku atau memesan online ke toko buku online seperti gramedia online. Selamat menyusuri perjalanan sejarah dan pemahaman...





*Tulisan ini diikutkan dalam lomba review Novel Firegate 2016
 
***
Puri Fikriyyah, 1 November 2016 
Vita Ayu Kusuma Dewi
 dr.vita15@gmail.com
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^