Day 1:Negeri Sakura Jilid 3

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah atas kesempatan yang Allah berikan kepadaku dan segala nikmatnya hingga saat ini. Alhamdulillah, alhamdulillah, puji syukur atas segala limpahan rahmat-Nya hingga hari ini tiba. Hari yang telah dinanti-nantikan sejak 2 tahun terakhir. Jepang, salah satu negara yang membuatku jatuh cinta ketika menginjakkan kaki untuk pertama kali ditahun 2013. Kemudian rasa itu masih ada dan tumbuh hingga Allah pertemukan kami, aku dan Jepang, 2014. Kini, akankah Allah jodohkan kita? Hehe..satu harapan agar bisa dijodohkan oleh Allah dengan Jepang dalam hal pendidikan. 

*8 Desember 2016
Sejak pagi HP tercinta yang biasa menemani dalam suka dan duka tiba-tiba mati, total matinya, sampai ditinggal kuliah sampai siang tetap saja belum bisa. Setelah ditanyakan di tempat servis katanya bermasalah softwarenya. Wah..bimbang bukan main ya Allah..bagaimana, tak mungkin berangkat ke Jepang tanpa HP yang tidak bisa koneksi internet. Akhirnya  ba'da dzuhur langsung mencari solusi HP dan alhamdulillah dapat. Sore harinya, re-packing dan fokus mengerjakan tugas yang akan kutitipkan ke Mbak Riani. Ba'da isya' memberikan alat panahan ke Mbak Septi dan souvenir ke Mas Ahib serta mengambil buku saku. Alhamdulllah diatas jam 9 bisa fokus untuk keberangkatan. Namun, pada akhirnya sampai jam 12 malam pun tetap tidak bisa beristirahat.

*9 Desember 2016
Sekitar pukul setengah satu dini hari Ibu menelpon, untuk segera bersiap berangkat, lebih baik diawal waktu dan menunggu daripada telat. Yap, baru saja tidur setengah jam sudah harus bersiap lagi. Akhirnya bersiap-siap, mandi dan sebagainya hingga akhirnya membawa turun barang-barang sekitar pukul 01.15 WIB. Awalnya berniat untuk naik DAMRI, namun setelah dipikir ulang, karena takut DAMRI berangkatnya masih lama, akhirnya aku memakai Grab car menuju Bandara Soekarno Hatta. Ini adalah perjalanan pertama keluar negeri sendiri...eh..sama Allah, jadi ga sendiri....

Pukul setengah 2 pagi, Bapak Grab sudah sampai di depan Kos, dan perjalanan dimulai. Sepanjang jalan aku mengobrol dengan Bapak Grab tersebut, ternyata Bapak tersebut juga baru pulang dari Bandara dan dapat order lagi ke Bandara. Alhamdulillah jalanan lengang dan niat awal ingin tidur akhirnya sepanjang perjalanan tidak bisa tidur. Kasihan sama Bapak sopir juga kalau ditinggal tidur. Tak butuh banyak waktu, pukul 03.15 WIB aku sampai di Bandara Soekarno Hatta terminal 2. Terlalu pagi.hehe.. 
Banyak yang memanfaatkan kursi tidurnya...dan saat ini aku sedang mengerjakan tugas.hehe

Masih diantara rasa percaya antara ini mimpi atau kenyataan. Benarkah Allah ijinkan aku kembali ke Jepang? Sungguh ini hal yang membuat bimbang, karena harus ijin kuliah hampir 2 minggu. Resikonya ya tentang pemahaman materi dan nilai. Namun memang setiap pilihan ada konsekuensinya. Kemudian aku masuk ke counter check in dan melewati security check, alhamdulillah barang bawaan aman. Lalu aku menuju counter check in JAL dan ternyata belum ada tanda-tanda aktivitas.hehe..ya iya lah penerbangannya kan masih 06.45 WIB...

Baiklah, akhirnya  aku duduk didepan counter JAL, menikmati hydrococo dan beberapa batang sosis, entah karena lapar atau kebiasaan nyemil.hehe...Sesekali kucoba memejamkan mata, agar menunggunya lebih cepat dari yang dirasa.hehe.. Sekitar 20 menit kemudian, petugas JAL mulai terlihat dan mempersiapkan counter check in. Hingga pada satu titik mereka berkoordinasi, alhamdulillah tanda-tanda akan segera buka.

Aku bersiap mengantri dan jadi yang pertama, sekaligus ingin meminta window seat.hehe...Tepat 120 menit sebelum flight akhirnya bisa check in. Ternyata eh ternyata bagasiku hanya 15,1 kg saudara-saudara, dari 23 kg, ada yang mau titip sesuatu?hehe...
Hanya 15,1 kg... paling sedikit sepanjang sejarah aku bawa bagasi.hehe

Setelah check in aku ke mushola, sungguh sujud syukur tak terkira atas semua rejeki Allah, Allah memang the best planer. Ba'da sholat Subuh aku menuju gate F4, dan membuat short movie sembari menunggu keberangkatan. Eh...aku juga mem-finishing tugas IWRM yang hampir selesai. Usai mengirim tugas barulah masuk ke boarding room. Alhamdulillah ya fasilitas di Bandara sangat mendukung, baik charger, koneksi internet, termasuk kursi untuk tidurnya, masyaa Allah nyaman euy, betah jadinya..hehe...

Pagi di Bandara ditemani rintik hujan, tapi alhamdulillah masih bisa flight  tepat waktu. Detik-detik menuju keberangkatan masih terbayang bagaimana sampai pada titik ini, titik yang diharapkan kembali ke Jepang. Saat boarding tiba, dan semua penumpang bergegas menuju pesawat yang akan membawa kami berpindah Negara 11 jam kemudian. 

Aku duduk di window seat 51A bersebelahan dengan Bapak-bapak berparas Jepang. Ketika di pesawat, baru sekitar 20 menit take off aku sudah ketiduran.hehe..efek malamnya tidak tidur..dan beberapa jam kemudian aku baru bangun. Saat bangun menulis lagi, ada buku diary dan Al Qur'an menemani. Saat aku coba menyalakan layar dan memakai headset tapi ternyata tak berfungsi. Walaupun kondisinya seperti itu, aku tak berhasrat protes sama sekali, justru lanjut tidur lagi.hehe...
Paspor dan sampul hadiah yang menemani.. semoga 48H habis...

Berbeda dengan Bapak yang ada disebelahku, dia terlihat bosan dan mukanya sudah menandakan sesuatu.hehe.. Hal yang sama terjadi pada layarnya yang juga tidak bisa dinyalakan. Lalu beberapa kali beliau protes kepada pramugari. Hal yang paling kupelajari disini adalah bagaimana ramahnya awak kabin yang bertugas, menjalankan dengan baik tugas-tugasnya, menangani dengan cermat dan teliti kendala yang ada. Bukan hanya menjajikan, tapi benar-benar menindak. Aku memperhatikan betul bagaimana pramugari itu dengan cantiknya meminta maaf,  dan akhirnya memberikan ganti berupa sesuatu atas komplain yang dilayangkan oleh Bapak tersebut. Walaupun sudah diusahakan oleh teknisi JAL, pada akhirnya layarnya tetap tidak bisa.Kita senasib ya Pak...yuk berdoa sama tidur aja.hehe..efek semalam hanya tidur 30 menit...

Aku menyadari bahwa perjalanan panjang itu membuat bosan jika tak ada hiburan. Bapak-bapak itu kemudian mengambil buku dari tas beliau, kemudian ia mengkhatamkan majalah-majalah di pesawat hingga buku yang ia bawa. Satu lagi pelajaran dari kejadian ini, tentang bagaimana mengkomplain dan menanggapinya dengan penuh tanggung jawab tanpa mengedepankan emosi. 

Oh iya.. di JAL ini makanannya banyak varian. Bagi yang porsi makannya seperti aku, bisa bawa tupperware terus dibungkus, kalau tidak malu.hehe...Seperti biasa, selalu saja tak habis. Eh..jadi kangen kak Fauzi, yang 2013 lalu pergi bersama ke Jepang, dia yang aku mintai bantuan habiskan makanan, tapi waktu itu pesawatnya Cathay. Pakai acara transit di Hongkong dan Taiwan,serta penuh cerita juga. hehe...


Alhamdulillah...just arrived safely...

Sekitar pukul 16.05 waktu Jepang, akhirnya pesawat tiba, siap-siap disabut dinginnya winter. Tahukah kawan apa yang membuatku semakin merasa amazing dengan rencana Allah? Allah mengembalikanku ke Jepang tepat dibulan yang sama dengan pertama kali aku kesini, dan hanya beda 1 hari. Kalau dulu tanggal 10 Desember, hari ini tanggal 9 Desember. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? :')
***
Ditulis ulang dari buku diary selama di Jepang
Tokyo, 9 Desember 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^