Film Spirited Away: Ada Nilai-nilai Karakter

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Film garapan studio Ghibli yang disutradarai oleh Hayao Miyazaki ini sebenarnya sudah lama tayang di Jepang. Tahun 2001 lebih tepatnya dirilis di Jepang, kemudian beberapa tahun setelahnya, dirilis di Negara lain, tak terkecuali di Indonesia walaupun harus menunggu 16 tahun lamanya. Spirited Away atau Sen to Chihiro no Kamikakushi ini walaupun baru dirilis di Indonesia bulan ini, tapi banyak yang sudah menonton lewat download di internet. Sayapun tak termasuk dalam barisan yang sudah mendownload, jadi ketika sahabat saya dari Jepang, Ukke, mengajak menonton, sayapun mengiyakan. Tak hanya berdua, masih ada mbak Febri yang juga ikut press conference Ghibli di Jakarta mengenai film-film yang akan ditayangkan di Indonesia dan juga tak ketinggalan, anggota setia summer course grup A, kak Rudy dan kak Septi.
Ghibli squad chapter IPB...(dari kak Septi)

Kami memilih menonton kemarin, 4 April 2017 dengan jadwal ba'da isya' di XXI Botani Square. Uniknya, tiket film ini tidak bisa dibeli langsung, harus melalui website Ghibli world. Jadi saya berpikir, it's limited edition for special person that want it. Abaikan grammar saya.hehe...Singkat cerita, tiket sudah dibelikan terlebih dahulu oleh mbak Febri, kemudian kami sepakat bertemu di Botani Square.

Kemudian kami registrasi ulang, dan masuk ke studio 6 XXI Botani Square. Kursi di bioskop hanya terisi sekitar setengahnya. Mungkin karena ini film lama dan mungkin juga sudah ada yang mendapat download-annya terlebih dahulu.
Registrasi ulang

Saya tidak akan menceritakan alur cerita ataupun detail film, karena saya tidak ingin dianggap spoiler.hehe...Pun filmnya masih tayang, sok saja menonton, sebagai bukti apresiasi seni dan proses kretif Hayao Miyazaki. Saya ingin fokus pada sisi lain film ini. Beberapa review  membahas film ini sebagai sindiran terhadap wanita yang dipekerjakan di onsen atau pemandian air panas yang bahkan berdampak pada anak kecil. Beberapa lainnya mengacungi jempol ide Hayao Miyazaki yang membuat setiap adegannya secara sengaja, lebih dari sekedar sutradara tapi juga masterpiece  dibidang animasi. Saya akan membahas tentang nilai-nilai karakter yang saya peroleh saat menonton film ini. 
Pengganti tiket yang dari online

Pertama tentang, jangan sembarangan mengambil milik orang lain.  Ini pelajaran saat orang tua Chihiro memakan makanan di warung namun tidak ada penjualnya, akibatnya orang tua Chihiro menjadi babi. Meskipun secara logika saat seseorang mengambil sesuatu milik orang lain tanpa ijin tidak akan menjadi babi, namun ini mengisyaratkan hal ini tidak baik. Kemudian saat Chihiro terjebak berada dalam dunia yang bukan dunianya, jangan takut dan teruslah berjuang. Chihiro sempat ketakutan dan memang sebagai anak kecil, tidak bersama orang tuanya dan bertemu orang baru menjadikan seorang anak takut. Namun, disaat itu Chihiro mengalahkan ketakutannya, satu persatu episode ia lewati hingga seorang Chihiro yang awalnya penakut menjadi berani. 

Haku mengajarkan untuk membantu orang lain mencari solusi permasalahan yang dihadapi. Haku awalnya tidak mengenal Chihiro, namun Haku berusaha membantu Chihiro yang sudah terjebak di area tersebut. Namun, Haku tak membantu sepenuhnya, ia hanya mengarahkan Chihiro dan Chihiro yang mengusahkannya. Jika menginginkan sesuatu, ikhtiarkanlah!. Itulah yang dilakukan Chihiro untuk membebaskan orang tuanya agar menjadi manusia lagi, meskipun harus melalui hari-hari berat namun Chihiro masih semangat dan melawan ketidakmampuannya untuk bisa membebaskan orang tuanya dan kembali ke dunia manusia.

Saat Kamaji meminta Lin mengantar Chihiro menemui Yubaba, Chihiro lupa mengucapkan terima kasih kepada Kamaji. Lin mengingatkan agar berterima kasih atas bantuan yang Kamaji berikan. Pun dari Kami terdapat pesan, selesaikan apa yang telah kau mulai, saat Chihiro mengambil alih pekerjaan semut-semut untuk memasukkan batu bara ke tungku. Sederhana memang nilainya, tapi saya menjadi mengerti mengapa film ini diputar saat saya se-usia SD di Jepang karena film ini juga mengandung nilai-nilai karakter yang patut dicontoh seorang anak. 

Kemudian saat Chihiro akan masuk ke ruang Yubaba, Chihiro langsung membuka pintu, disanalah Chihiro diingatkan, mengetuk pintu ketika bertamu. Nilai sopan santun yang harus diterapkan sejak dini agar terbiasa. Kemudian membalas budi atas kebaikan orang lain juga menjadi salah satu penanaman nilai dalam film ini, saat Haku menghadapi kondisi terpuruk, Chihiro berinisiatif untuk membantunya, tanpa diminta. Walaupun pada awalnya Chihiro merasa ada perubahan terhadap Haku. Dari keseluruhan cerita, jalanilah setiap episode hidup meskipun sulit dan pahit, karena ada kebahagiaan yang menanti diakhirnya, tetaplah berusaha, karena setiap kesulitan akan diiringi kemudahan atas ijinnya. Ya, perjalanan Chihiro akhirnya berujung manis dan bisa kembali pada dunianya bersama orang tuanya setelah melalui kisah pelik dan penuh perjuangan. 
Nusuk banget kata-kata Zeniba ke Chihiro

Itulah sedikit yang bisa saya ambil dari sisi lain film Spirited Away ini. Saat film ini selesai, saya tanya kepada Ukke sudah berapa kali dia menonton film ini, "5x kayanya" kata dia. "Hah..5x, ceritanya persis?", "Ya" jawab dia. Ini anak memang menghargai karya. Mbak Febri juga sudah 3x menonton film ini. Salut sama mereka, benar-benar Ghibli lovers. Akhirnya saya belajar banyak saat menonton film tersebut, tentang karakter dan beberapa review lain tentang film ini. Pun tentang bagaimana menghargai sebuah karya. 

Sebagai informasi, film-film Ghibli yang akan di putar di Indonesia dalam tahun ini ada 22 film. Sayapun menunggu Kimi no Namae.hehe...Sukses untuk dunia perfilm-an Jepang, pun Indonesia, please..jangan buat cerita cinta, buatlah yang memang berguna bagi anak-anak hingga orang tua. ^^

Thanks guys... semoga Allah meridhoi aktivitas kita dan kita mengambil setiap hikmah dari aktivitas yang kita lakukan. Selalu memperbaiki diri setiap hari ya guys... ^^
***
Puri Fikriyyah, 6 April 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

4 comments:

Eri Udiyawati said...

Film ini memang sangat bagus. Bahkan bolak balik nonton.

Adegan yg paling aku suka, ketika Chihiro mengingat nama 'Kohaku' yg menjadikan dia ingat siapa dia sebenernya dan kembali utuh menjadi manusia.

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Iya mbak penuh makna tak langsung.hehe tapi bagus memang...

Wah pas pulang dari zeniba ya mbak, itu untung ga jatuh ke laut ya pas inget nama :D sesuatu deh itu cerita kalau dilanjut gantung hakunya gimana.hihi

Inklocita said...

Rameee ya dr dulu entah knp blm tertarik sm ghibli

-M.
http://inklocita.blogspot.co.id/2017/04/7-kota-dalam-9-hari-di-jepang.html

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Kak Inclocita : iya rame kak, saya juga baru ngeh ada Ghibli... :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^