Mau ke Sumatera Barat? Persiapkah Hal-hal ini ^^

Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah...setelah Drama Delay Sriwijaya Air, sampailah kami di Bandara Minangkabau, Padang pulu 02.10 WIB. Bandara sudah sangat sepi dan counter tutup. Penjemputnya pun sedikit tapi tetap pertanyaan “mau kemana mbak?” “sudah ada yang jemput mbak?” selalu ada. 



Sedikit cerita, jadi sebelum saya dan mbak Atik berangkat, kamipun banyak pertimbangan dan semoga sharing ini juga bermanfaat untuk sahabat semua ya. Kenapa ada pertimbangan, karena waktu kami sangat singkat, kurang lebih perjalanan dan di Sumatera Barat hanya 40 jam. Berdasarkan pengalaman, yang perlu diperhatikan sebelum mengunjungi Sumatera Barat adalah:

1. Daerah yang akan dituju
Sumatera Barat itu luas guys, kalau secara administratif luasnya 42,013 km persegi, ini ada petanya.hehe..

So, kita sudah harus punya mau kemana. Kalau saya kemarin tujuannya adalah Pasaman Barat, tepatnya di Kinali dan Kajai. Setelah saya search di maps ternyata jaraknya 133 km untuk sampai ke Kinali dan ke Kajai sekitar 144 km, itu jalur tercepat lewat pinggir pantai bukan jalan utama. Jika lewat jalan utama bisa berbeda waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Wah, rencana awal untuk mamir Bukittinggi sudah tidak memungkinkan, sebab di acara walimahan memang kami mau full, sedangkan di Pasaman kalau pesta pernikahan bisa sampai dini hari. Akhirnya kita memutuskan daerah yang dituju hanya Pasaman Barat.

Di Sumatera Barat ini ada beberapa tempat favotit diantaranyanya landmark jam Gadang di Bukit Tinggi, istana Pagaruyung, danau Singkarak, Mentawai,  danau Maninjau, Gunung Talamau dan lain-lain, pastikan sesuai dengan itinerary yang di buat. Semoga peta Sumatera Barat di atas dapat membantu sahabat menyusun rencananya ya ^^

2. Transportasi
Transportasi ini penting banget sebelum kita sampai ditujuan harus sudah di canangkan, karena banyak juga travel “nakal” yang memberi harga sesukanya apabila kita tidak mengetahui harga sebenarnya. Misalnya saja ada seorang backpacker yang ditawari travel ke Bukittinggi 240ribu sekali jalan, padahal naik angkutan Bukittinggi hanya 30ribuan. Nah, jauhkan. Seperti yang saya alami, saya ke Pasaman Barat memilih naik travel, sebab jika ingin naik bus saya harus naik Damri atau kendaraan lain ke Universitas Negeri Padang terlebih dahulu baru sambung bus ke Pasaman Barat yang jarak tempuh dari UNP ke Kinali itu sudah 4 jam. 


Pastikan ada transportasinya. Apalagi kejadian delay seperti saya yang akhirnya jam 2 pagi saya baru sampai, sudah tak ada lagi travel, adanya carter mobil yang harganya 2x lipat lebih dari harga travel biasanya. Ohya kalau yang dari Bandara Minangkabau mau ke Pasaman Barat ini ada kontak beberapa travelnya 085263246302, nama travelnya Ratu.

3. Penginapan
Apabila di Sumatera Barat durasinya agak lama, perlu dipertimbangkan juga mau menginap dimana. Saya mengagendakan dalam perjalanan saya setelah landing saya menginap dulu di kota, tepatnya dirumah kawan. Tapi pas hari H ternyata kawan masih rapat di Medan akhirnya tidak jadi. Kamipun tak panik karena ada plan B menginap disekitar Bandara. Kalau sudah ada keluarga yang bisa dituju enak sih. Kalau belum, jika sahabat semua membutuhkan penginapan saya rekomendasikan penginapan “Malompek”, sangat dekat dengan Bandara Minangkabau, sekitar 5 menit naik motor jika lancar.


Pemiliknya ramah dan baik banget, keluarganya kak Rudi. Jadi dini hari itu saya dijemput kak Rudi di Bandara dan langsung menuju penginapannya. Harga permalamnya hanya 150ribu, sudah ada AC, TV dan fasilitas lainnya. Untuk ukuran disekitar Bandara ini sangat murah menurut saya, dan fasilitas antar jemput bandaranya itu lo termasuk fasilitas, tapi kalau banyak orang saya tidak mengetahui apakah ada fee atau tidak. Kontaknya kak Rudi ini 085363609240 dan penampakan kamarnya seperti ini. Sayangnya kami tak sempat memfoto ketika pagi hari.Banyak juga penginapan di kota Padang, tapi kalau sudah larut malam, mending disekitar Bandara saja jadi tak capai.




4. Uang Saku Secukupnya
Estimasikan pengeluaran selama ditempat yang dituju, karena saya sempat kesusahan mencari ATM.hehe..jadi ceritanya saya sudah mengagendakan ambil uang di Bandara tapi lupa, alhasil uang saya pres banget. Eh ditengah jalan ada kawan yang titip sumbangan, ahirnya uang tinggal beberapa lembar di dompet.hehe...alhamdulilah cukup sih tapi sedikit was-was takut diajak main. So, persiapkan uang yang cukup ya terutama di daerah tujuan minim ATM.

Itu sedikit sharing dari saya, semoga bermanfaat. Setelah sampai di penginapan Malompek, saya bersih diri dan istirahat karena 3 jam lagi saya harus menuju Pasaman Barat dengan travel. Semoga tak kesiangan...Eh...kak Rudi baik banget sempat sms apa mau dicarikan makan malam, takutnya saya dan mbak Atik belum makan karena delay. Recommended deh penginapan ini.
*** 
Puri Fikriyyah, 11 Juli 2017
 Vita Ayu Kusuma Dewi

Comments

  1. kak Gustur semoga bermanfaat maaf baru mau upload gambarnya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^