Mentoring Siap Nikah Teh Fufu & Kang Canun

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Alhamdulillah atas nikmat dan ijin Allah bisa menulis kembali. Saya ingin sedikit berbagi cerita kepada sahabat semua mengenai salah satu kegiatan yang saya ikuti. Mentoring siap nikah, iya itulah salah satu kegiatan yang saya ikuti saaat ini yang dimentori langsung oleh teh Fufu dan kang Canun. Beberapa sahabat saya yang mengetahui bertanya kepada saya, “Vita mau nikah?”, “maulah, siapa yang ga mau nikah” jawab saya sambil bercanda. Kalau ditanya mau, pasti yang belum menikah maulah ya untuk menikah, menyempurnakan separuh agama dan bernilai ibadah.

Sebenarnya saya memiliki target nikah setelah lulus S1, tepatnya tahun 2015, disaat usia saya 22 tahun. Namun Allah mentakdirkan lain dan hingga saat ini target menikah saya belum di ACC oleh Allah. Akhirnya saya tetap untuk mengikuti beberapa kajian, bukan hanya tentang tema pernikahan, hingga suatu malam dalam sebuah kajian kemuslimahan, ada teteh yang memberi tahu ada mentoring siap nikah. Sayapun tertarik, sebab saya juga ingin tau, selama ini mentargetkan menikah muda, sudahkah saya siap? Inilah salah satu keuntungan single_lillah, Allah masih memberikan waktu meng-upgrade diri sebelum menjalani pernikahan. 

Saat dulu kuliah S1, saya dan sahabat saya Mbak Lintang mupeng pas ke toko buku dan lihat bukunya Kang Canun dan Teh Fufu yang judulnya Jodoh Dunia Akhirat, sampai akhirnya Mbak Lintang yang lebih dulu beli. Pun akhirnya saya beli juga dengan buku-buku yang lain karya beliau berdua. Pada akhirnya baper baca bukunya, baper menyiapkan diri maksudnya.hehe...

Malam itu juga, usai kajian selesai, saya langsung mendaftar mentoring siap nikah melalui website dan alhamdulillah mendapat diskon dari harga aslinya. Alhamdulillah, esoknya bisa masuk grup di FB bertemu sahabat "siap nikah" lainnya. Tak sabar menanti materi demi materi yang akan di sampaikan Teh Fufu dan Kang Canun. Tibalah pada minggu pertama webinar di mulai, topiknya "4 tipe jodoh". Mulai pertemuan pertama sudah sadar diri, sepertinya target nikah tahun 2015 kemarin belum kuat landasannya, ilmunya belum sampai. Alhamdulillah pertemuan pertama dapat ilmunya plus dengan kiat menjemput jodoh.

Lalu, pertemuan-pertemuan berikutnya di webinar selanjutnya materi semakin menarik, seperti cleansing. Nah, dari materi ini saja, saya banyak mengurai masa kecil dan masa lalu saya, apa-apa yang masih belum selesai. Saya gali inner child saya dan memang ternyata inner child sangat berpengaruh juga dalam proses menjemput jodoh, misalnya karena ada trauma masa lalu atau melihat pernikahan sahabat atau keluarga yang tak berakhir bahagia. Ternyata banyak yang perlu saya selesaikan dengan diri saya sendiri dulu :'( Alhamdulillahnya ngeh  saat diterangkan di sini padahal sudah baca buku JDA tapi ngehnya pas baru dibaca yang kedua kali.


Tak hanya berhenti disitu saja, di mentoring siap nikah ini juga dibahas mengenai masalah finansial, keluarga, anak-anak sampai nanti dipertemuan terakhir dibahas mengenai perceraian. Ah...alhamdulillah sekali Allah pertemukan saya dengan mereka, akhirnya saya benar-benar menyadari banyak ilmu yang saya lewati, dan dari mentoring ini alhamdulillah "kecenderungan" yang tak semestinya dan sisa-sisa galau bisa dihilangkan. Padahal mah kalau sudah galau, parah euy, tapi alhamdulillah kata kang Canun, galaunya bekualitas alias sambil mengupgrade diri. 

Sekarang sedang fokus bukan hanya tentang jodoh karena memang hidup tak hanya memikirkan itu, melalui mentoring ini saya menyadari bahwa saya juga harus memperhatikan keluarga, lingkungan sekitar bukan hanya fokus pada diri sendiri, peduli dengan sekitar, mengamalkan ilmu-ilmu dari mentoring seperti contoh kecilnya memuji efektif, jurnal syukur, dan beberapa hal lain yang semuanya secara tidak langsung sebagai proses menjemput jodoh. Ini saya dapatkan melalui tugas-tugas setiap pertemuannya. Pengajaran via webinar lebih menarik menurut saya, karena saat webinar saya bisa langsung menanggapi atau menanyakan yang tidak paham, real time. Alhamdulillah, recommended buat sahabat semua yang mau di coaching profesional agar tidak terjebak dalam lubang kegalauan yang panjang atau perngharapan kepada seseorang yang akan berakhir dengan kesengsaraan. Maafkan alay...:D

Hingga akhirnya tadi malam adalah pertemuan terakhir, sedih rasanya 3 bulan berjalan begitu cepat. Sesi terakhir tadi malam diisi dengan materi manajemen konflik suami istri. Saya merasa alhamdulillah sekali dipertemukan dengan forum ini yang menjadi salah satu jalan bermuhasabah dan mengupgrade diri. In syaa Allah sekarang lebih terarah, apa tujuan menikah dan bagaimana nanti menghadapi pernikahan. Semoga kamu juga sedang mengupgrade dirimu kang mas....eaaa :D

In syaa Allah batch  2 akan segera hadir di bulan ini, yang mau ikutan ditunggu ya infonya, in syaa Allah nanti akan ada info selanjutnya bagi yang mau bergabung, dan pastinya ada kejutan buat sahabat semua.hehe...Semangat menimba ilmu, kalau buat lulus kuliah saja dipersiapkan rencananya matang-matang, apalagi pernikahan yang bukan hanya sebulan atau dua bulan, tapi selama hingga ke Surga-Nya, in syaa Allah. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita ambil. Aamiin... 

Terima kasih teh Fufu dan kang Canun atas ilmunya, semoga Allah balas dengan kebaikan dan selalu dalam keberkahan ^^
***
Ngawi, 2 Juli 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^