Hendriyadi : Tinggalkan Zona Nyaman untuk Sebarkan Kebermanfaatan

Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, inspirasi dari Gunung Geulis tepatnya di Kejar Mimpi Leaders Camp 2018  yang dilaksanakan di Bumi CIMB Niaga masih terus berlanjut. 2 postingan terakhir kemarin masih dalam rangkaian sesi  workshop hari kedua pada tanggal 5 April 2018 kemarin. Kebayang kan betapa banyak ilmu yang didapat dari kegiatan tersebut? Satu sesi saja ini inspirasinya belum berhenti :')

Melanjutkan inspirasi yang telah ditorehkan kak Arief Rabik dan kak Nia Dinata, kesempatan ini saya gunakan untuk membagikan kisah anak pulau yang rela meninggalkan zona nyaman ibu kota dan berkarya di kampung halamannya. Ada yang tau siapa dia? Hehe...iya, namanya yang jadi judul postingan ini, kak Hendriyadi Bahtiar. Kesan pertama bertemu kak Hendri, beliau  rendah hati, low profile dan asyik untuk bertukar pikiran. Saya bertemu kak Hendri pertama kali di SDN 1 Gunung Geulis dan beliau masuk menjadi salah satu pengajar, lalu berlanjut pada obrolan di sela coffee break, dan sejak saat itulah saya mulai mengenal kak Hendri. Saat pemaparan dalam sesi workshop barulah  saya mengetahui kontribusi besar beliau bagi pendidikan di Indonesia.

Kak Hendriyadi merupakan pemuda yang berasal dari salah satu wilayah di Sulawesi Selatan. Beliau berkesempatan melanjutkan mimpinya untuk menempuh studi perguruan tinggi di Jakarta melalui beasiswa dari bank CIMB Niaga. Universitas Trisakti merupakan saksi beliau berkembang hingga akhirnya kembali ke kampung halaman. Selama masa kuliah, banyak kegiatan yang beliau lakukan baik skala nasional maupun internasional. Kesempatan itulah yang beliau jadikan ajang menjalin koneksi, misalnya saat kegiatan World Leadership Conference yang diadakan di Singapura.
Irvan (Mentor LC), kak Arief Rabik dan kak Hendri

Kak Hendriyadi menginisiasi Sahabat Pulau sejak kuliah dan baru dilaunching pada tahun 2012. Salah satu kegiatan yang sangat berpengaruh terhadap dirinya adalah saat mengikuti Indonesia Canada Youth Exchange Program (ICYEP). Kegiatan ICYEP tersebut berhasil memicu hati nuraninya mempertanyakan ke diri kak Hendri apa yang bisa kak Hendri kotribusikan untuk Negerinya sendiri. Melalui ilmu dan koneksinya, kak Hendripun membulatkan tekadnya untuk memperhatikan pendidikan anak-anak khususnya di pulau terpencil. Gejolak dalam dirinya tak berhenti disitu saja, kak Hendri membuat keputusan meninggalkan "kemapanan" pekerjaannya untuk fokus ke Sahabat Pulau. Iya, kak Hendri mengundurkan diri lalu membangun kampung kelahirannya. Adakah yang berjiwa seperti kak Hendri? :')

Kak Hendri yang dengan lantang menamai dirinya sebagai born to be volunteer menjadikan kerelawanan sebagai kontribusi untuk membangun Negeri. Setelah resign dari pekerjaannya, kak Hendri fokus membangun pulau Selayar dan mengembangkan beberapa program. Bagi sahabat semua pasti menganggap biasa apa yang dilakukan, seperti mengajarkan pendidikan, melek teknologi, mendirikan taman baca, tapi kegiatan-kegaiatan tersebut sangat berdampak di pulau Selayar. Pengalaman kak Hendri sebagai anak pulau yang sulit mendapatkan akses pendidikan merupakan asal mula mengapa ia fokus dibidang pengembangan pendidikan khususnya anak-anak pulau. 

Tanggapan positif diberikan oleh Pemerintah setempat bagi kak Hendri yang turut membangun kampung halamannya, dan sampai saat ini kegiatan tersebut masih dilaksanakan. Berkat usaha dan tekad bajanya, kak Hendri yang sudah menginspirasi hingga 30 Provinsi di Indonesia dan beberapa Negara di dunia, semangat Sahabat Pulau yang dibangun kak Hendri sudah tersebar di lebih dari 10 provinsi yang ada di Indonesia. Kak Hendri adalah sosok yang tangguh, tidak mudah menyerah dan mampu mengambil pembelajaran disetiap kesempatan. Jalinan networkingnya benar-benar membuat ia berkembang dan tidak hanya menyimpan potensinya untuk dirinya sendiri.  

Nah, sedikit cerita kak Hendri tersebut menginspirasi kan? Tidak banyak yang mau meninggalkan zona nyaman untuk menebar kebermanfaatan, tapi saya pribadi yakin, di era milenial ini banyak pemuda yang peduli dan tidak hanya idealis dengan pekerjaan di ibu kota, akan ada sosok-sosok seperti kak Hendri yang kembali menebar inspirasi di lingkungan terdekatnya. Saya jadi teringat dengan pertanyaan teman saya ke saya "kamu punya program apa buat desa Vit?", iya, in syaa Allah setelah selesai pendidikan di Bogor ini saya akan kembali ke Ngawi, terima kasih sahabat kecil yang sudah mengingatkan :")

Btw, yang mau tau kegiatan-kegiatan kak Hendri dan Sahabat Pulau bisa ke akun Youtubenya kak Hendri ini ya ^^ Semoga bermanfaat, sampai jumpa di inspirasi selanjutnya ^^
***
Puri Fikriyyah, 12 April 2018
Vita Ayu Kusuma Dewi

Comments