Warna Warni Dunia Mahasiswa (Terus Belajar Hingga Berkeluarga #2)

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
“Masa muda usiaku kini, warna hidup tinggal kupilih, namun aku telah putuskan hidup diatas kebenaran. Mumpung muda ku tak berhenti menapak cita menuju Negeri Surga yang nan Jauh disana” (Edcoustic-Masa Muda)

Saat kuingat lagi apa yang membuatku menyerah, aku ingat Allah masih memberiku kesempatan untuk melihat kuasa-Nya yang tak tertandingi. Saat aku merasa sangat lelah, kembali Allah dengan perantaranya memberikan secercah jalan untuk tetap yakin akan pertolongan-Nya. Saat aku merasa tak berarti, aku disadarkan untuk apa aku dilahirkan , tumbuh dan dititipkan kepada orang tuaku kalau tanpa arti. Saat aku merasa sangat terjatuh, Allah kembali membantuku untuk kembali berdiri, meski sangat tertatih, salah satunya dengan mereka, bertemu wajah-wajah baru sebagai  hantaran yang mendekap setelah keluargaku di rumah.

Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk tetap belajar. Kisah yang akan kututurkan hari ini adalah tentang warna-warni selama menjadi mahasiswa di Kampus Brawijaya, sebuah Kampus terbaik yang telah Allah pilihkan, sebuah perantara agar aku sadar bahwa apa yang telah digariskannya adalah yang terbaik.

Setelah perlahan kedunia luar dan menemukan keluarga-keluarga baru, seperti cerita semasa SD dengan kekonyolannya (Terus Belajar Hingga Berkeluarga #1), tentang masa SMP dengan protes dan keluarga Kepanduannya, tentang masa SMA yang penuh haru dan berbagai jenis keluarga (d'cone, Unest, Gaskinst, organisasi, 3Div, SBH Ngawi Kota), saat ini tiada terasa diusia yang kian bertambah semakin banyak keluarga baru.


Mungkin keluarga ini tak sebanyak teman-teman lain, namun keluarga ini sangat berarti, mereka salah satu diantara sekian banyak aktivitas tempatku belajar. Semuanya, mulai dari keluarga yang membesarkanku hingga keluarga-keluarga yang kutemui di ranah pendidikan, semuanya adalah tempatku menimba ilmu yang kuharap ilmu ini akan barakah dan bermanfaat.

Tahun 2011, saat pertama menginjakkan kaki diKota Malang, salah satu keluarga yang kumiliki adalah keluarga Brawijaya, almamaterku. Setelah itu Water Resources Engineering 2011, lingkaran halaqah, (calon) Keluarga Besar Mahasiswa Teknik dan (calon) Keluarga Besar Mahasiswa Pengairan. Ada pula tempat singgahku adalah keluarga Bromostore. Saat awal-awal itulah aku menemukan keluarga baru setelah melalui screening Danki-Danton, yaitu keluarga Danki-Danton Fakultas selama masa pembinaan Fakultas berlangsung. 21 orang yang dipertemukan setelah shalat tarawih mendekati tengah malam pada tanggal 21 Agustus 2011 ini adalah tempat curhat selama di Teknik pada masa Mahasiswa Baru.

 Kegiatan semester 1 hanya berkutat dengan akademik dan kegiatan internal Teknik hingga aku dan kawan-kawanku diterima menjadi KBMP dan KBMT. Banyak sekali kenangan indah selama Mahasiswa Baru, entah itu kegiatan maupun kepanitian ditambah keluarga Perti kontingen Jawa Timur semasa di Gorontalo, meski harus rela meninggalkan bangku kuliah sejenak.

Semester terus bertambah, hingga berkenalan dengan tahun selanjutnya, KBM Al Hadiid, Himpunan Mahasiswa Pengairan, Lingkar Biru Community, dan Indonesia Youth Water. Selain organisasi dan komunitas tersebut, mendapat keluarga lain dari hasil Patriot Brawijaya, IPK Awards UB, Dianpinsat DKC Blitar, OSN Pertamina Provinsi dan Amazing Camp angkatan 11 semakin lama rantai itu semakin menyambung dari satu hal ke hal lainnya.  Di akhir tahun 2012 mendapat keluarga baru di Bulan Sabit Merah Kota Malang.


Aku semakin belajar, bahwa apa yang telah kuraih, apa yang telah kuperjuangkan masih tiada apa-apanya dibandingkan mereka, yang lebih bersemangat dan pantang mengeluh dengan aktivitas-aktivitasnya, bahkan ditengah kesibukannya mereka tetap mengingat siapa Pencipta-Nya. Banyak tamparan keras kala itu, hingga saat-saat itu aku kembali bangkit untuk berkarya di Jalan-Nya.

Pelan tapi pasti, mulailah merambah kedunia lain, dipertemukan dengan Keluarga fLoVetRAiS, Advokesma Eksekutif Mahasiswa 2013 dan Tim 9 yang dengan percaya dirinya menjadi yang paling berbeda. Disusul dengan  belajar kembali transportasi sedimen dengan menjadi asisten tugas besar, serta diteruskan audisi yang diadakan oleh UBtv manajemen, akhirnya dipertemukan dengan keluarga reporter dan penyiar UBtv.


 Sesudah itu tidak berhenti, masih dalam jaringan muslimah yang terus meluas, kemudian dipertemukan dengan pemuda-pemudi seluruh Indonesia luar biasa di Jakarta, Forum Indonesia Muda 15 dan National Future Educators Conferences. Atas ijin Allah pula dapat berkumpul bersama calon pemimpin dalam kegiatan Nutrifood Leadership Awards dan XL Future Leaders. Allah juga memberikanku kesempatan untuk menjajaki salah satu daerah di Jepang untuk belajar di akhir tahun 2013. Semuanya tampak berkesan. Pun dengan seluruh keluarga dari kepanitian-kepanitian yang silih berganti setiap kegiatan dengan khasnya masing-masing, semua menyatu menjadikan bahan pembelajaran yang sempurna dan tentunya saling mengingatkan untuk tetap lurus dijalan-Nya. 

Setiap detik yang terlewat, memberikan satu persatu pelajaran kehidupan. 2,5 tahun berada di Keluarga Pengairan misalnya, aku banyak belajar tentang hidup, keikhlasan, semangat, pengorbanan dan menahan godaan. Banyak sekali mereka, dari yang dekat, sesama mahasiswa, dengan dosen, dengan karyawan, laboran bahkan belajar dari tukang. Aku bersyukur masih ada yang mau mengingatkanku. Sayangnya, terkadang aku yang tak peka dengan semua itu, terkadang aku yang egois, terkadang aku yang tidak bisa menerima dan terkadang aku yang tidak adil kepada mereka. Astaghfirullah, mungkin selama ini aku menyakiti keluargaku dan keluarga-keluarga baruku dimana Allah menitipkanku sementara kepada mereka hingga suatu saat nanti tangan-tangan ini akan berbicara, kaki-kaki ini akan menyebutkan kemana saja aku telah melangkah.
Terima kasih untuk orang-orang yang telah sabar menghadapi sikap kekanak-kanakan ini, sering merepotkan dan terkadang menyakiti dengan tingkah yang kuperbuat. Terima kasih untuk masa-masa diluar rumah dan memberi kenangan.
 
“Terimalah aku seperti apa adanya, aku hanya insan biasa, tak mungkin sempurna” (Edcoustic-Menjadi Diriku)

Malang, 22 Januari 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi 

share on facebook

4 comments:

®obinhut said...

Sekarang critanya jadi apa? Udah ibu2?

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

mahasiswi kak :D

®obinhut said...

oh iy semoga yg dicita2kan terwujud..

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

aamiin...semoga kakak juga :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^