Mungkin Ini Sekali Seumur Hidup II (Part 2 - End )

| 13
Assalamu'alaykum...

Hai sahabat, gimana puasanya? Gimana Ibadahnya? Jawab dihati masing - masing ya... ^_^
Kali ini mau nglunasin janji setelah membeberkan cerita di Bumi AREMA tercinta mulai dari Selamat Datang di Bumi AREMA, Warga Malang dan SMS MisteriusShocking MorningMungkin ini Sekali Seumur Hidup I (Part 1 )Mungkin Ini Sekali Seumur Hidup I (Part 2- End) dan yang terakhir aku ceritakan adalah Mungkin Ini Sekali Seumur Hidup II (Part 1 ), inilah saatnya aku melengkapinya dengan Mungkin Ini Sekali Seumur Hidup II (Part 2- End).

Setelah mengira bahwa dikasih makanan sebagai oleh - oleh itu "the end" kami harus menerima kenyataan bahwasanya itu bukan yang terakhir. Meski jadwal memberitahukan bahwa jam 15.00 WIB pulang ternyata "TIDAK". Kami Dibariskan menurut Jurusan dan aku bergabung dengan jurusanku, WRE atau biasa di sapa Teknik Pengairan. Setelah dibariskan kami dibawa kesuatu tempat, tepatnya dibawah pohon yang lumayan rindang bagi yang bisa berteduh disebelah utaranya SaKri (jika aku tak buta arah).

Disana kami hanya dikasih tau tentang pengumuman PK2 Jurusan Teknik Pengairan. Mental kami sudah mulai di tes kala itu. Ritual "Badan Tegak Kepala Tunduk, Jangan lirak - lirik, Fokus dek" dimulai juga saat itu. Huft.. capek kataku. Memang saat itu aku benar - benar tidak tau apa tujuannya. Dan yang pasti hanya ada satu kata "CAPEK" seperti itu terus. Terlalu awam aku memahami semua ini, aku masih terlalu baru dalam hal ini. Ya sudah yang bisa aku lakukan "Turuti saja selama tidak melanggar syariat"

Kegiatan sore itu berakhir dengan diantarkannya kami para MaBa WRE didekat gerbang SaKri. Alhamdulillah 17 Agustus kali ini berakhir walau sedikit melelahkan namun semangat kami tetap membara ^_^ . Apapun yang terjadi tetap kami harus semangat. Membuktikan kita para generasi muda adalah agen perubahan. Dan yang masih menjadi PR dalam angan saya "apa maksud ritual diatas?" Entah kapan akan terjawab.


Keesokan harinya 18, 19, 20 Agustus aku tetap dalam rutinitasku berangkat pagi menyusuri jalan yang masih gelap namun sudah nampak kehidupan berlalu lalang. 3 hari tersebut aku mengikuti PK2 Jurusan. Yah, sebagai anak teknik yang terkenal disiplin, kamipun mulai dibekali hal itu. Sekiranya pukul 06.00 lebih namun tak sampai jam 07.00 kami dibariskan. Semakin hari semakin pagi. Dan tetap masih sama dengan ritual kemarin "Badan Tegak Kepala Tunduk, Jangan lirak - lirik, Fokus dek". Jujur saja terlalu lambat jika harus berfikir sedalam itu. Pikiranku adalah kita disuruh gitu karena gadhul bashar. Atau istilah kasarnya "jangan memandang lawan jenis" Maklum saat itu kan masih puasa, kewajiban juga dong. Tapi kok kakaknya ga ya? Nah, mulai nih otak berbulet ria memikirkan hal sepele itu.


Tanggal 19 Agustus 2011, aku mulai tersadar. Ritual itu diajarkan kepada kami dengan tujuan nantinya kalau ngerjakan tugas ga capek karena nunduk terus. Ya, agak masuk akal sih menurutku tapi mungkin hal itu kurang etis didengar. Owy, disini kami juga dibekali materi tentang akademik (seputar KRS, KHS dll), seputar prospek lulusan, mata kuliah dan pastinya motivasi. Hal yang aku ingat dari pak Dwi (Kepala Jurusan Teknik Pengairan) "kalau puasa ga boleh bohong, habis puasa ga boleh nipu" bener kan? hehe


Nah, dihari terakhir untuk minggu ini aku dan teman - temanku berani menanyakan hal ini kepada alumni yang lagi ngisi materi kenapa kami disuruh nunduk Dan hasilnya simpel "history". History bukan berarti balas dendam. Kami akan merasakan manfaatnya nanti, mungkin bukan sekarang. Tapi, suatu saat nanti kami akan menyadarinya. Tak ada seorang kakak yang menjerumuskan adiknya, tak ada kegiatan yang tak ada manfaat dan hikmahnya. Mereka pasti memberikan yang terbaik bagi kami, bukan yang kami inginkan tapi yang kami butuhkan. Begitulah inti dari pencerahan dari kakak Alumni. 


Memang benar, setelah itu aku berusaha men-delete semua virus - virus yang mulai menyebar dalam pikiranku. Sedikit demi sedikit aku ubah karena aku sekarang bukan siswa lagi tapi mahasiswa. Yang bisa menentukan mana yang baik dan mana yang benar, yang tau mana yang harus dilakukan dan tidak berfikir kekanak - kanakan lagi. Dan akhirnya, aku bisa menjawab pertanyaan ritual itu. Jawabannya melatih kita berpikiran positif ^_^ Apa hubungannya? Ya ada kalau kita berpikir negatif kita ga akan bisa mengambil hikmahnya. Lha terus? Kalian mahasiswa, aku yakin kalian pasti mempunyai jawaban masing - masing ^_^


Dan perjuangan kami untuk menjadi keluarga teknik belum berakhir...........


SEMANGAT.............

Wassalamu'alaykum...

 ===================================================================================
Ngawi, 24 Agustus 2011
©






share on facebook

13 comments:

endless love said...

weee . vhe blognya keren .punya ku aja g pernah tak urus . akhirx tak non aktif :D

vheytha said...

Ayo mbak diaktifin lagi :) jangan kaget isinya mbak :)

Belo Elbetawi said...

Waahh....selamat berjuang ya mbak sayang..:)
moga tetep semangaattt..semangaatt...dan semangat terus nunduknya..hihii

vheytha said...

pastinya mbak Belo :)

Azizah Ananda said...

wah anak kuliahan toh...berarti seharusnya sy yang manggil mbk hehe

vheytha said...

sama2 mbak q juga belajar dari mpean tentang blog.hehe

Mira Sophian said...

mau coba juga akh nunduk kayak gitu .. hoho .semangat dek .. :)

vheytha said...

monggo mbak mira bebas dicoba selamat jika anda berhasil. kemeng mbak :D

Annesya said...

euh...
komenku barusan ilang... :"(

Said Arsyad said...

wah, ternyata ceritanya masih berlanjut.. hehehe

vheytha said...

Mba Annesya >> walah mbak masak tha iilang lagi ?? haduh maaf ya mbak udah capek2 ngetiknya hilang...

Bang Said >> sebenere masih ada maz tapi nek ditulis mua keriting ntar jarine :D

Amanda Martadinata said...

SEMANGAT! ;)

vheytha said...

ukeyh mbak manda :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^